3 Adat Klasik Jawa di Pernikahan Kahiyang Ayu

3 Adat Klasik Jawa di Pernikahan Kahiyang Ayu

Berita Seputar Indonesia – residen Joko Widodo atau Jokowi akan menikahkan putrinya, Kahiyang Ayu, dengan seorang pria Batak, Muhammad Bobby Afif Nasution alias Bobby. Pernikahan yang digelar pada 8 November 2017 itu akan mengusung adat klasik Jawa.

Jokowi mengungkapkan ijab kabul atau akad nikah akan dimulai pada pukul 09.00 WIB. “Akad nanti paling selesai pukul 10.00 WIB,” ujar Jokowi, Solo, Minggu 29 Oktober 2017.

Setelah itu akan dilangsungkan resepsi pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby, dimulai pukul 11.00 WIB- 13.00 WIB. “Resepsi kedua nanti pas malamnya,” tutur Jokowi yang juga mantan Wali Kota Solo ini.

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming yang menjadi juru bicara keluarga, mengatakan pernikahan ini akan mengusung tema Jawa klasik.

Catatan Liputan6.com, ada 3 ritual dalam pernikahan adat klasik Jawa yang akan ditampilkan dalam pernikahan Kahiyang-Bobby.

1. Busana Basahan

Mereka akan menggunakan konsep busana pernikahan Solo dan ala keraton. Bocoran mengenai konsep busana pernikahan diungkapkan oleh penata rias kedua mempelai Endang Soendari Soemaryono.

“Jadi saya diminta langsung oleh Pak Joko Widodo dan Bu Iriana untuk merias Mbak Kahiyang dan Mas Bobby. Bu Iriana ngersakaken (menginginkan) adat pernikahan Solo klasik. Jadi riasan yang tidak mencolok tapi terlihat halus,” jelas perias yang akrab disapa Ibu Maryono di Graha Sabha Buana Solo, Senin 30 Oktober 2017.

gambar

Lantaran menginginkan adat pernikahan Solo klasik, Maryono menyiapkan segala piranti makeup untuk tradisi pernikahan itu. Perias pengantin yang telah berusia 80 tahun ini bakal memoles wajah Kahiyang dan Bobby mulai dari siraman, malam midodareni, ijab panggih, dan resepsi.

“Nanti pas siraman dan malam midodareni menggunakan paes dan busana seperti adat biasanya. Kemudian saat ijab panggih menggunakan adat pernikahan Solo Putri. Sedangkan saat resepsi di malam harinya pakai adat kebesaran Solo. Jadi mantennya pakai dodot basahan,” papar dia.

Busana pernikahan ini berbeda dengan saat dua tahun lalu, ketika Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda bersanding di pelaminan. Kahiyang Ayu bakal menjadi pengantin layaknya putri keraton Solo. Adat pernikahan kebesaran ini memang berasal dari keraton Solo.

2. Gending Langka

Sesuai dengan pesanan Gibran Rakabuming, karawitan yang digunakan untuk mengiringi pernikahan sang adik adalah musik Jawa klasik. Musik klasik ini akan digunakan pada setiap prosesi pernikahan.

“Jadi kita menyiapkan gending untuk tiap tahap prosesi pernikahan. Saat prosesi temu panggih ada gending Kodokngorek dan Larasmoyo. Saat prosesi Sungkeman, gendingnya Ladrang Mugirahayu. Saat prosesi kerobongan tembangnya Sriwidodo,” ucap Koordinator Peduli Seni, Guntur Sulistiyono, Kamis 2 November 2017.

Guntur bersama timnya akan memperdengarkan aransemen gamelan yang sudah jarang diperdengarkan. Komposisi gamelan ini rencananya dihadirkan saat resepsi malam hari.

“Nanti saat acara hiburan, kita menampilkan komposisi kerawitan punya Ki Narto Sabdo. Kan, banyak karya Ki Narto Sabdo yang sekarang jarang didengar. Ada Gending Ayak-Ayak Songo Rangkep, Raket, Ladrang Pramudyo, Ketawang Pramudyo, tembang dolanan Lepetan,” ujar Guntur.

Gambar

Ada 35 pengrawit Peduli Seni yang ambil bagian mengiringi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Sebanyak 35 pengrawit itu dibagi dalam dua kelompok. Ada 10 pengrawit bakal menjadi bagian dalam gamelan Pakurmatan Corobalen.

“Gamelan ini tugasnya di luar, menyambut tamu-tamu,” kata koordinator Peduli Seni yang anggotanya adalah karyawan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

Kelompok kedua adalah gamelan Ageng yang dimainkan 25 pengrawit. Gamelan Ageng akan mengiringi acara inti, baik saat akad nikah dan resepsi pernikahan.

“Jadi kalau gamelan yang di luar itu adanya hanya di luar dan tugasnya pagi hari. Kalau gamelan Ageng tugasnya pagi dan malam,” ujar Guntur.

3. Jualan Dawet

Pada acara siraman, Presiden Jokowi dan ibu negara Iriana Jokowi akan berjualan dawet. Sementara para hadirin membelinya dengan kreweng wingko (pecahan genting) yang telah disediakan.

“Prosesi pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu–Bobby Afif Nasution ini bersumber tradisi Kraton Kasunanan Surakarta,” ujar salah satu pambiwara dalam pernikahan Kahiyang, Widarsi Suranto yang mendapat gelar dari Kraton Kasunanan Surakarta dengan sebutan Kanjeng Mas Ayu (KMA) Widaningrum.

Gambar

Kabar Trending – Menurut dia, prosesi ini melambangkan kehidupan manusia yang berasal dari bumi atau tanah. Orangtua pengantin yang berjualan dawet adalah perlambang kebulatan kehendak mereka untuk menjodohkan anaknya.

“Yang melayani pembeli dawet adalah Ibu Iriana, yang menerima pembayaran kreweng wingko adalah Bapak Jokowi. Hal ini mengajarkan kepada anak mereka yang menikah tentang bagaimana mencari nafkah sebagai suami–istri, harus saling membantu, saling melengkapi,” kata Widarsi.