Ahok Dapat Hidayah Saat Menyambut Raja Salman

Kisah Raja Arab, Presiden RI dan Rakyat Indonesia
Ahok Dapat Hidayah Saat Menyambut Raja Salman
Ahok Dapat Hidayah Saat Menyambut Raja Salman

Kabar Trending – Bukan Maret ini merupakan bulan yang dimulai dengan sangat baik oleh Pak Ahok. Mulai dari tanggal 1 Maret, ia menyambut kedatangan Raja Arab Saudi, menyalami Raja dan Raja tersenyum kepada Pak Ahok. Apakah King Salman tidak tahu polemik di Indonesia? Tentu tahu! Ia memiliki banyak pembisik di sampingnya. Raja Salman bukan orang yang ketinggalan berita. Maka dengan hal ini, kita melihat bahwa hubungan Ahok dan Islam sebenarnya baik-baik saja. Hanya segelintir orang yang tidak ingin Ahok jadi gubernur di DKI, dan menggorengnya dengan isu SARA.

Pertemuan Pak Ahok dan King Salman sempat menggemparkan dunia media sosial. Haters sempat kejang-kejang, bahkan Rizieq sampai sakit sampai-sampai keinginan terdalamnya untuk bertemu dengan King Salman di Gedung DPR pupus. Jonru dengan fitnah-fitnahnya sangat gencar mengejek Ahok dengan mengatakan foto hoax. Padahal media Arab Saudi saja meliput berita ini dengan video. Mana Jonru mana?

Setelah menyalami Raja Salman, Hidayah mulai datang ke Ahok.

Setelah Ahok menyambut Raja Salman, ia langsung bergegas ke Jakarta Creative Hub di Gedung Graha Niaga Thamrin, Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Inilah maksud saya dari hidayah.

Jakarta Creative Hub ini merupakan fasilitas untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jakarta. Mereka disana mendapatkan kios untuk memasarkan produk-produk mereka.

“OK OCE yang nyata ya itu (Jakarta Creative Hub),” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (1/3).

Pernyataan Ahok ini menyindir program andalan Anies Sandiaga. OK OCE adalah program One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship. Apa bedanya?

Bedanya adalah jika Ahok merealisasikan OKOC, namun Anies Sandi hanya menceritakan OK OCE. Mungkin ada pepatah yang cocok untuk kejadian ini.

Mereka yang bicara panjang, orang lain yang melakukannya. – Gue

AHOK yang mendirikan Jakarta Creative Hub?

Bukan! Ahok tidak mendirikan OK OCE, namun di dalam kepemimpinannya, OK OCE Versi Ahok ini didirikan oleh Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta. Tempat ini menyediakan program dan pelatihan yang didedikasikan unutk pengembangan dunia usaha atau wirausaha.

Ketua Penggerak PKK DKI, Ibu Gubernur Veronica Tan, juga hadir untuk meresmikan JCH. Inilah yang menjadi kinerja terbaik dari sepasang suami istri yang berdedikasi untuk warga Jakarta.

Ahok nyontek Sandi?

Kalau dibilang nyontek, tentu tidak. Mengapa? Nyontek terjadi jika pihak yang dicontek sudah mengeluarkan sesuatu. Nah Anies Sandi? Hanya bicara saja. Maka bukan nyontek. Ahok pun juga menyanggah hal ini.

“Mana (meniru). Ini siapa (yang) bangun duluan. Ini OK OCE sesungguhnya, ha-ha-ha…,” kata Ahok setelah meresmikan Jakarta Creative Hub di gedung Graha Niaga Thamrin, Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2017).

Kelanjutan JCH (Jakarta Creative Hub) dan Kelanjutan OKOCe (ahOK OCE)

Bagaimana mungkin JCH akan seumur jagung? Lihat saja gambar-gambar JCH yang sudah jadi. Bukan hanya gedung, namun alat-alat dan mesin untuk menunjang jalannya JCH sudah ada dan terpampang. Mesin jahit yang tidak murahpun ada disana untuk menunjang orang-orang yang memiliki keahlian namun tidak memiliki uang untuk membeli. Mereka bisa pakai alat itu.

Lagipula JCH ini terbuka bukan untuk satu kecamatan saja, namun untuk perantau-perantau (masih DKI) yang ada di sekitaran JCH.

Kita optimis pasti Jakarta Creative Hub merupakan program yang akan konsisten. Lihat saja dari namanya, full English coy! Kalau OK OCE singkatan dari One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship. Bagaimana konsisten jika namanya saja inkonsisten seperti Anies yang sepanjang sejarah politiknya sering mengeluarkan program-program yang inkonsisten? Mana rumah DP nol? Mana rumah DP nol%? Mana rumah susun DP 0%. Sandi yang tidak konsisten membayar gaji pegawainya dan menunggak beberapa hari? Mana Aetra mana?

Seword.com