Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Media Asing Sebut Vonis Ahok Sebagai Kemunduran Indonesia

Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Media Asing Sebut Vonis Ahok Sebagai Kemunduran Indonesia
Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Media Asing Sebut Vonis Ahok Sebagai Kemunduran Indonesia
Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Media Asing Sebut Vonis Ahok Sebagai Kemunduran Indonesia

Kabar Trending – Vonis dua tahun yang diputuskan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat perhatian dari media-media luar negeri.

Beberapa media asing memberitakan bahwa vonis terhadap Ahok sebagai kemunduran terhadap sikap toleransi di Indonesia.

Salah satunya, media asal Australia, ABC.net. Media tersebut mengulas pandangan dari Andreas Harsono dari Human Rights Watch yang mengatakan vonis bersalah terhadap Ahok adalah “kemunduran yang besar untuk catatan toleransi dan minoritas di Indonesia.

“Ini adalah berita buruk bagi minoritas Indonesia,” kata Andreas dalam meida itu.

ABC juga menggambarkan Ahok adalah gubernur ibukota yang didukung oleh partai politik terbesar di Indonesia. Bersekutu dengan presiden dan ia dipenjara dengan tuduhan yang tidak berdasar.

Selain itu, ABC juga menulis ketegangan berawal dari pemilihan Gubernur DKI Jakarta dan telah menyuarakan keprihatinan tentang meningkatnya pengaruh kelompok-kelompok Islam di Indonesia yang merupakan rumah bagi komunitas dari umat Buddha, Hindu, Kristen dan orang-orang yang mematuhi kepercayaan tradisional.

Senada dengan ABC, CNN menulis Indonesia telah membangun reputasi sebagai negara yang toleran, bangsa yang beragam dan Ahok adalah contoh dari konservatisme yang tumbuh di Indonesia.

CNN menyebut Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia dengan 87% dari populasi dengan jumlah populasi lebih dari 200 juta orang.

Di awal tahun 2016, protes terhadap LGBT sebagai dorongan untuk mengkriminalisasi pelaku seks, homoseksual dan reaksi atas tuduhan penista agama.

Lain halnya dengan Al Jazeera yang mengatakan putusan itu dikritik keras oleh pendukung Basuki T Purnama. Putusan itu juga banyak dipertanyakan oleh orang-orang.

“Mereka akan bertanya-tanya apa jenis preseden ini akan ditetapkan untuk kasus lain, betapa mudahnya akan untuk [membawa] tuduhan penghujatan terhadap lawan-lawan lainnya, terutama jika mereka kebetulan dari minoritas di negara ini.”

Selanjutnya, Aljazeera menulis bahwa orang-orang di Indonesia akan lebih berhati-hati atas dalam mengeluarkan kata-kata, karena ternyata itu cukup mudah untuk menjalankan risiko menjadi terdakwa dan mendapatkan vonis penghujatan sekarang.

Media Inggris, Reuters juga memberitakan adanya ribuan polisi yang dikerahkan dalam dalam menjaga terjadinya bentrokana atas vonis putusan pengadilan itu.

“Ada kejutan di antara pendukungnya di luar pengadilan dan beberapa menangis secara terbuka,” tulis media Reuters.

Reuters juga menulis, kelompok Islam garis keras Islam telah menyerukan hukuman maksimal kepada Ahok yang menghina kitab suci Islam, Al-Quran. Walaupun Ahok minta maaf dan Purnama membantah melakukan kesalahan.

Para pengamat mengatakan kelompok-kelompok Islam radikal yang mengorganisir protes massa terhadap Purnama memiliki dampak yang menentukan pada hasil pemilu. Dan itu yang dilkhawatirkan kelompok HAM jika mereka menguasai negara, padahal sebagian besar umat Islam mempraktikkan bentuk moderat Islam.

Pemerintah telah mengambil langkah hukum untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), salah satu kelompok Islam garis keras yang berusaha mendirikan negara Islam dan aktivitasnya yang menciptakan ketegangan sosial dan mengancam keamanan.