Anies Belum Dapat Memastikan Akan Membatalkan Reklamasi

Anies Belum Dapat Memastikan Akan Membatalkan Reklamasi
Anies Belum Dapat Memastikan Akan Membatalkan Reklamasi
Anies Belum Dapat Memastikan Akan Membatalkan Reklamasi

Kabar Trending – Tentu warga DKI bahkan luar DKI sangat ingat janji manis Cagub-Cawagub terpilih yaitu Anies-Sandi. Salah satu janji manis itu adalah menutup Alexis dan menghentikan reklamasi. Baiklah mari kita ingat kembali.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno memiliki 23 janji kerja untuk warga Jakarta. Salah satu janji pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra itu adalah menghentikan reklamasi di Teluk Jakarta.

“Menghentikan Reklamasi Teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir dan segenap warga Jakarta,” begitu salah satu dari 23 janji Anies-Sandiaga.

Beranikah Sandiaga menghentikan reklamasi Teluk Jakarta?

“Karena saya mengusung kebenaran, selama reklamasi itu diusung dengan keterbukaan berdasarkan keadilan dan ternyata tidak berpihak pada rakyat kecil ya saya berani,” kata Sandiaga saat ditemui di Posko Pemenangan Anies-Sandi di jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016).

Kuncinya menurut Sandi adalah soal keberpihakan pada rakyat. Apabila ternyata proyek reklamasi Teluk Jakarta tak berpihak pada rakyat kecil harus dihentikan.

“Kuncinya menurut saya apakah ini kebijakan yang benar, berpihak pada rakyat. Kalau misalnya berdasarkan hasil kajian pemerintah menyatakan ini tidak berpihak pada rakyat maka kita harus berani mengambil tindakan itu,” kata Sandiaga.

Namun soal keberpihakan atau tidak, dalam debat cagub-cawagub terakhir yang diselenggarakan KPUD, jelas sekali Anies mau menghentikan reklamasi, dan apalagi saat itu ada nelayan langsung yang bertanya. Dimana nelayan yang bertanya tersebut justru beredar ada keberpihakan dengan cagub ini.

Sementara disisi lain, kompas mengabarkan bahwa Luhut akan berupaya agar Anies-Sandi mengurungkan niatnya untuk menghentikan proyek reklamasi.

“Kita sudah ada proses yang baru, nanti disampaikan, dilihat. Tentu harus dengan baik-baik dijelaskan. Mungkin pak Anies belum punya data yang banyak (terkait reklamasi),” kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Luhut meyakini, Anies-Sandi pada akhirnya akan mengerti bahwa proyek reklamasi saat ini sangat penting dan tak perlu dihentikan.

“Saya kira setelah lihat datanya dari hasil penelitian tentu akan datang dengan pikiran lebih jernih. Kita bicara untuk kepentingan nasional, kepentingan Jakarta. Karena penurunan kota Jakarta itu tiap tahun bisa 17,5 cm sampai 23 cm di beberapa tempat,” ucap Luhut.

Sandiaga sebelumnya mengatakan bahwa proyek reklamasi hanya menguntungkan pihak tertentu.

Dari penjelasan Luhut ini, cukup menjelaskan bahwa dasar-dasar mengenai menghentikan reklamasi oleh Anies-Sandi tidak cukup data yang konkrit. Dengan lantangnya Cagub-Cawagub terpilih ini berjanji akan menghentikannya. Sandiaga pun belum menjelaskan, reklamasi yang dia maksud hanya menguntungkan pihak tertentu itu, pihak yang mana dan siapa?

Masih terniang jelas di kepala, bahwa Calon Gubernur DKI Anies Baswedan mengaku akan menepati janjinya untuk menghentikan reklamasi pantai di Teluk Jakarta.

Ia mengaku akan melakukan penghentian sesuai dengan janji yang ia ikrarkan bersama pasangan cawagubnya Sandiaga Uno.

“Janji kampanye apa kemarin? Kita jalankan sesuai janji kampanye,” ujar Anies, saat ditemui di Masjid Jami As Sa’adah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (23/4/2017).

Harapan rakyat untuk menuai janji manis soal reklamasi seperti mendekati “panggang jauh dari api”, hal ini ketika saya membaca pembelotan janji yang dilakukan Anies sendiri, lewat tempo.
”Kita akan memastikan bahwa seluruh proses yang terkait reklamasi dan lain-lain akan kita review lagi, kan kita janji di pilkada kemarin bahwa kita mau luruskan lagi itu semua,” ujar Anies, Jumat, 5 Mei 2017.

Menurut Anies, saat ini KJP hanya untuk anak yang bersekolah di sekolah negeri. Nantinya, penerima KJP akan diperluas jangkauannya. “Kalau sekarang hanya untuk anak yang sekolah, kalau besok dari anak usia sekolah,” katanya.

Anies belum dapat memastikan akan membatalkan reklamasi atau tidak dalam kepemimpinannya nanti. Anies hanya berujar akan mengikuti perundang-undangan yang ada. “Nanti kita lihat,” ucapnya.

Kalau janji gak perlu ucap “nanti kita lihat” atau pun “belum dapat memastikan”. Hal ini sama saja bahwa apa yang diucapkan saat kampanye hanya retorika dan penerawangan semata. Ini belum soal alexis loh.

Reklamasi menguntungkan pihak tertentu hingga mau dihentikan, hal ini lah yang paling ditunggu-tunggu. Makanya seperti kata Luhut, lihat datanya agar dapat berpikir jernih.

Hemat saya, bukan perkara mudah untuk menghentikan soal reklamasi yang sudah berjalan. Belum dilantik sudah menunjukkan ketidakpastian dalam mewujudkan janji kampanye. Bagaimana kalau sudah dilantik? Apakah hanya janji Ormas-ormas yang akan dibantu dana oleh Pemprov yang akan direalisasikan?

Bisa gawat kalau tidak dikawal. Saya pikir warga DKI memang patut mengawal, biar gak menelan janji semata tanpa direalisasikan.