Antasari Azhar Bergabung Dengan PDIP

Antasari Azhar Bergabung Dengan PDIP
Antasari Azhar Bergabung Dengan PDIP
Antasari Azhar Bergabung Dengan PDIP

Kabar Trending – Antasari Azhar Bergabung Dengan PDIP. Banyak kejutan yang ditunjukan oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar usai dia dibebaskan bersyarat pada tanggal 10 November 2016 lalu. Dua bulan kemudian pengajuan grasinya dikabulkan oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Surat grasi berisi pengurangan hukuman selama 6 tahun dikirimkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 23 Januari. Antasari kemudian diterima oleh Jokowi di Istana Negara pada Kamis, 26 Januari. Selain Antasari, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan dan Pangdam Jaya TNI Mayjen Teddy Lhaksmana.

Iriawan diketahui adalah mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Mabes Polri yang dulu menetapkan Antasari sebagai tersangka kasusnya pada tahun 2009 lalu. Apakah ini artinya kasus Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan itu akan dibuka kembali?

Sebab, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan akan mempelajari dulu kasus yang sempat membelit Antasari. Pada Jumat malam, 27 Januari, Antasari juga terlihat ikut hadir dalam debat kedua Pilgub DKI di auditorium Hotel Bidakara. Dia duduk di barisan paling depan dan berada di kubu pasangan calon nomor urut dua, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengakui jika kehadiran Antasari atas undangan parpolnya. Kini, dalam wawancara dengan stasiun televisi Kompas TV yang disiarkan di program Kompas Sore, Sabtu, 28 Januari, Antasari mengakui akan bergabung dengan partai politik bulan depan.

“Saya memang akan bergabung dengan satu partai politik tertentu. Alasan saya bergabung dengan parpol itu karena ada kesamaan dan secara historis kami memiliki satu ideologi,” kata Antasari yang diwawancarai di kediamannya.

Dia mengatakan pernah aktif di organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

“Nah, sekarang sebagian besar orang GMNI ada di PDIP. Saya akan bergabung ke situ (PDIP), kalau tidak ada halangan,” kata dia lagi.

Sementara, Hasto yang ditemui di sela debat kedua Pilgub belum memberikan konfirmasi secara gamblang. Dia hanya menyebut sebagai mantan jaksa, Antasari memiliki kompetensi di bidang hukum.

“Tentu kompetensi Pak Antasari di bidang hukum dan pengalamannya yang luas, serta daya tahan dan kesabaran revolusionernya untuk membuktikan kebenaran, memberi ruang bersama-sama PDI-P untuk bersama-sama Pak Antasari juga,” kata dia seperti dikutip media pada Jumat, 27 Januari.