Belajar dari Sifat Positif Setya Novanto

Belajar dari Sifat Positif Setya Novanto

Kabar Politik – Mungkin politikus Indonesia yang paling banyak membuat orang geram sekaligus kagum adalah Setya Novanto. Bagaimana tidak, terlibat banyak skandal hukum, tidak ada satu pun yang berhasil mengantarkannya ke penjara. Bahkan pihak yang mengurusi masalah hukumnya yang diperkarakan, yaitu ketua dan wakil ketua KPK yang dituduh membuat surat palsu.

Di samping itu, pihak Setnov juga melaporkan oknum yang menyebarkan meme Setnov sedang dirawat di rumah sakit ke pihak kepolisian.

Laporan ini mendapat respon cepat dari instansi yang dipimpin oleh Tito Karnavian tersebut. Tidak menunggu waktu lama, Dyann Kemala Arrizqi, penyebar meme Setnov langsung diciduk dan dimintai keterangan. Pengacara Setya Novanto juga melaporkan 32 akun media sosial lain yang turut menyebarkan meme foto Setya Novanto.

Padahal presiden Jokowi mewacanakan tambahan jurusan di perguruan tinggi yaitu jurusan meme. Jangan-jangan setelah jurusan ini benar-benar terealisasi, banyak mahasiswa ditangkap oleh aparat kepolisian karena tidak bisa membedakan yang mana meme sindiran, meme lucu-lucuan dan meme penghinaan benaran.

Kalau membandingkan perkara Setnov dengan perkara penyebar meme Setnov tentu yang menjadi prioritas untuk ditangani adalah perkara Setnov, karena diduga telah merugikan negara sangat besar, hingga ratusan miliar rupiah. Namun di sinilah letak kehebatan Setnov.

Ada sisi positif dari Setnov yang kuat sehingga dia bisa bernasib lebih baik dari tersangka korupsi lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa sisi positif yang dapat dipetik dari ketua partai beringin sekaligus ketua DPR tersebut.

Pertama, yaitu rajin. Di parlemen ada 560 anggota DPR. Saya rasa hampir semua anggota DPR ingin menduduki posisi ketua DPR, karena selain memiliki fasilitas dan gaji yang lebih besar, ketua DPR juga memiliki posisi tawar yang tinggi dan disegani.

Dari kesekian banyak anggota DPR yang menginginkan kursi ketua DPR, Setnov lah yang berhasil meraihnya. Untuk mendapatkan posisi ini, tentu harus rajin dan tidak bermalas-malasan. Setnov harus melakukan konsolidasi-konsolidasi untuk mengumpulkan kekuatan.

Mungkin disaat anggota DPR lain masih terelelap tidur karena lelah memikirkan rakyat, Setnov sudah bekerja untuk mewujudkan cita-citanya. Sehingga tidak jarang Setnov tertangkap kamera sedang memejamkan mata karena ngantuk.

Kemudian, pantang menyerah. Hal ini yang membuat Setnov bisa survive diri jeratan KPK. Kalau tersangka korupsi lain menyerah, cemas, dan mengundurkan diri dari jabatan yang dia pegang, tidak bagi Setnov. Walau menyandang status tersangka korupsi tidak ada tanda-tanda bahwa Setnov akan meninggalkan kursi kekuasaan yang dia pegang.

Bahkan tidak sedikit yang meminta agar Setnov segera mengundurkan dari pucuk pimpinan partai Golkar, namun Setnov tidak menghiraukan hal tersebut. Dia berjuang habis-habisan untuk membebaskan diri dari jerat KPK dengan berbagai macam cara, seperti : mengajukan gugatan praperadilan, tidak memenuhi panggilan KPK, menggunakan jasa Fredrich Yunadi sebagai pengacaranya dan lain-lain.

Keteguhan hati Setnov untuk tidak mudah menyerah ini telah membuahkan hasil. Buktinya tidak ada kasus yang berhasil mengantarkannya ke hotel prodeo. Sedangkan beberapa koleganya telah dipenjarakan oleh KPK seperti Anas Urbaningurm dan Nazaruddin.

Yang tidak kalah penting adalah Setnov memiliki kecerdasan emosi di atas rata-rata. Menyandang status tersangka tidak membuat Setnov terlihat galau, gunda gulana entah kemana. Setnov mampu mengelola emosinya dengan baik. Tidak seperti Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang cenderung meledak-ledak seperti Gunung Sinabung meletus.

Hasilnya juga sangat baik. Ketika Fadli Zon dan Setnov foto bareng dengan Donald Trump tahun 2015 yang lalu, justru yang paling banyak mendapat sindiran dari netizen adalah Fadli Zon. Hal ini karena Fadli Zon cenderung responsive, berbeda dengan Setnov yang cenderung santai menanggapinya.

Demikian beberapa hal positif yang dapat diambil dari Papa Setya Novanto. Silahkan tambahkan sendiri di kolom komentar jika masih ada.

Kabar Trending – Dari pada sibuk mencelah dan tidak ada hasilnya, lebih baik kita ambil sisi positifnya saja. Bahwa Setnov mendapatkan kekuasaan tidaklah semudah pendukung Anies menguninstal Traveloka, tapi perlu kerja keras, kesabaran, keulaten dan tentunya belajar banyak dari pengalaman pribadi maupun dari orang lain.

Jika Setnov banyak belajar dari pengalamannya dan dari pihak lain, tidak salahnya juga kita belajar dari Setnov dalam menghadapi lika-liku kehidupan yang penuh cobaan ini.