Berbeda Cerita Tentang Debora, RS Mitra Keluarga Dipanggil

Kabar Trending, Berita Trending, Trending Topik, Berita Trending Topik, Bayi Debora, Bayi Debora Meninggal, RS Mitra Keluarga, Kematian Bayi Debora

Dinkes DKI Menemukan Kejanggalan Pada Kasus Bayi Debora

Berita Terbaru Bayi Debora – Kasus Bayi Debora sepertinya sedang marak di Indonesia saat ini. Namun ada yang unik disini, statement antara pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga dengan keluarga Bayi Debora ternyata berbeda. Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun akan segera memanggil manajemen dari RS Mitra Keluarga pada haris Senin mendatang untuk mengkonfirmasikan kejadian seperti apa yang sebenarnya menimpa Bayi Tiara Debora tersebut.

Bayi yang berusia 4 bulan tersebut meninggal dunia di RS Mitra Keluarga setelah sebelumnya disebutkan tidak mau menerima penanganan medis karena uang muka perawatan dari orang tua yang tidak mencukupi.

Ketika ditanyakan kepada Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, dirinya menjelaskan bahwa masih mencari tahu tentang kejadian yang sebenarnya. “Jawaban dari manajemen RS sangat berbeda dengan cerita yang beredar di media. Hari Senin mendatang, kami akan panggil bersama dengan Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS), Kemenkes, dan juga Badan Penyelenggara Jaminan Sosiall (BPJS) untuk mencari kejadian yang sebenarnya,” tutur Koesmedi.

Debora memang sempat dirawat di RS Mitra Keluarga pada hari Minggu pekan kemarin. Anak dari pasangan Rudianto Simanjorang dan juga Henny Silalahi itu dibawa ke RS karena sudah seminggu mengalami flu disertai dengan batuk.

Kala tiba di RS pada Minggu dini hari, Debora langsung diberi penanganan pertama oleh petugas jaga. Namun, kondisinya benar – benar b elum pulih dan RS menyarankan agar Debora ditangi di ICU.

Berita Trending – Keterangan yang berbeda adalah saat Debora hendak dirawat di ICU. Menurut ayah dan ibu kandung dari Debora, mereka ingin anaknya segera dirawat namun pihak RS tidak bisa menerima Debora karena uang muka perawatan sekitar belasan juga belum bisa diberikan mereka saat itu juga.

Sementara pihak RS mengakui bahwa orang tuanya lah yang menolak anaknya untuk dirawat di ICU dan meminta mereka untuk mencari RS yang menerima pasien BPJS Kesehatan sehingga memakan waktu yang sangat lama.

Selama mencari RS yang menerima BPJS tersebut, kondisi dari Bayi Debora semakin parah dan akhirnya harus kehilangan nyawa.