Cegah Endometriosis Dengan Memberikan ASI Lebih Lama

Kabar Trending, Berita Kesehatan, Berita Kesehatan Terbaru, Berita Kesehatan Terkini, Fungsi Air Susu Ibu, Manfaat ASI, Manfaat ASI Bagi Ibu, ASI Mencegah Endometriosis

Endometriosis Merupakan Penyakit Pada Sistem Reproduksi Wanita

Berita Kesehatan Terbaru – ASI atau Air Susu Ibu merupakan salah satu hal yang paling dibutuhkan oleh bayi demi pertumbuhannya dan juga ternyata sangat baik untuk kesehatan sang Ibu itu sendiri. Baru – baru ini, ada sebuah studi yang menujukan bahwa perempuan yang menyusui bayi mereka memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terkena kista dibandingkan dengan yang tidak. Bahkan semakin lama menyusui, akan semakin rendah resikonya.

“Bagi perempuan yang tetarik untuk mengurangi resiko endometriosis, maka menyusui merupakan salah satu cara yang paling mudah dan paling hemat. Dengan menyusui, resiko untuk terkena endometriosis akan menjadi sangat kecil,” ujar Dr. Leslie V. Farland dari Harvard Medical School, Boston. Dr. Leslie juga menambahkan bahwa penelitian ini juga sudah diketahui oleh orang banyak.

“Saya pikir penelitian ini terbentuk dari apa yang sudah diketahui dari banyak orang, bahwa menyusui sangatlah bermanfaat bagi ibu dan juga anak,” ujarnya.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar 10 persen wanita di Amerika Serikat memiliki endometriosis. Endometriosis adalah berkembangnya jaringan rahim ke luar rahim, biasanya di daerah panggul, dimana akan menyebabkan rasa sakit yang amat kronis di daerah pelvis dan bisa menimbulkan masalah kesuburan. Untuk kondisi ini sudah tidak ada pengobatan. Cara yang bisa dilakukan hanyalah dengan memberikan obat perede nyeri, terapi hormone, dan juga pembedahan untuk menghilangkan jaringan rahim tersebut dan dalam beberapa kasus, harus melakukan histerektomi atau operasi untuk mengangkat rahim,

Berita Kesehatan – Dr. Leslie dan timnya sudah mengamati sekitar 72.394 perempuan yang ikut berpartisipasi dalam Penelitian Perawat Kesehatan Perawat, yang sudah hamil setidaknya selama 6 bulan. Semua peserta sama sekali tidak ada yang menderita endometriosis pada awal penelitian.

Kemudian setelah ditindaklanjuti, sekitar 3.296 didiagnosis menderita endometriosis. Perempuan menyusui setidaknya selama 3 tahun masa reproduksi mereka, memiliki 40% lebih kecil kemungkinannya untuk terkenal endometriosis dibandingkan mereka yang menyusui kurang dari 1 bulan.