Dalam Setengah Tahun, Jakarta Sudah Kebanjiran Dua Kali

Dalam Setengah Tahun, Jakarta Sudah Kebanjiran Dua Kali

Kabar Trending – Hujan mulai deras di DKI Jakarta. Beberapa di DKI Jakarta pun mulai banjir. Wilayah yang terkena banjir diantaranya Pengadegan, Kebon Baru, Cawang, Cililitan, Kampung Melayu, dan Rawajati. Pada banjir kali ini terdapat 6.532 pengungsi akibat banjir Jakarta. Jumlah terbanyak berada di wilayah Jakarta Selatan, yaitu 3.900 jiwa dan di Jakarta Timur 2.632 jiwa. Banjir terjadi di 140 rukun tetangga (RT) dan 48 rukun warga (RW) yang terimbas langsung.

Selain itu, pada bulan Desember 2017, Hujan deras mengguyur ibukota Jakarta. Sesudahnya, banjir dan kemacetan mengular di sejumlah ruas jalan Jakarta. Ini 19 titik banjir Jakarta. Titik banjir Jakarta terjadi merata di semua wilayah. Namun sebagian terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Titik banjir umumnya terjadi di ruas jalan raya sehingga menyulitkan pengendara sepeda motor dan mobil untuk melaju.

Artinya, selama Anies menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, sudah terjadi banjir dua kali. Namun, Gubernur Anies Baswedan masih menggunakan cara lama. Memastikan beberapa saluran air tidak tersumbat sampah dan menggunakan pompa air. Akan tetapi, program penanganan banjir DKI Jakarta sebesar Rp 1,89 triliun dipersiapkan untuk menuntaskan persoalan klasik ini.

Anggaran penanganan banjir tersebut di antaranya dipakai untuk pengadaan alat berat sebesar Rp 282 triliun. Lalu, Pembebasan sarana dan prasarana sungai Rp 227 miliar. Serta Pengadaan tanah saluran waduk sebesar Rp 1,4 triliun.

Anggaran tersebut hanya digunakan untuk normalisasi sungai. Selain itu, Pemprov memberikan insentif lebih bagi petugas kebersihan yang ikut terlibat mencegah banjir. Seperti, petugas Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU). PPSU merupakan petugas lepas yang direkrut pemperov untuk menangani masalah darurat dan kecil. Misalnya, membersihkan sampah menyumbat saluran air, memunguti sampah, dan masalah kerusakan pada sarana dan prasaran umum di Jakarta.

Pada Tahun 2018 (gaji) akan meningkat menjadi Rp 3,87 juta per bulan. Dalam hal ini, Anies cukup berani menaikan gaji. Sedangkan, kinerja dari PPSU masih belum terlihat. Sedangkan pada zaman Ahok, Ahok telah pembangunan turap dalam rangka normalisasi Kali Ciliwung yang berada di kawasan Kampung Pulo memang belum selesai sehingga masih terjadi banjir.

Selain itu, Ahok telah pembangunan waduk dan daerah serapan air di Jakarta. Sewaktu aktif menjabat Gubernur DKI, dia telah membangun 50 waduk. Selain itu, untuk pembangunan waduk, ia membebaskan lahan seluas 480.000 meter persegi dengan anggaran yang telah dihabiskan untuk pembebasan lahan itu sebesar Rp 1,2 triliun.

Solusi untuk mengatasi banjir yang telah dikerjakan oleh Ahok adalah melalui penambahan pompa air. Baik pompa mobile maupun pompa stasioner. Penambah pompa di sejumlah wilayah, seperti di Pasar Ikan, Grogol, dan sebagainya.

Tak hanya soal pembangunan fisik, Ahok menyebut ia juga memberdayakan pekerja Dinas Tata Air serta Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) yang siaga untuk menangani banjir di Jakarta. Gaji mereka juga diberikan sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP).

Meninjau apa yang sudah dilakukan oleh Ahok, artinya pada periode saat ini Anies hanya tinggal melanjutkan kinerja Ahok. Tidak lebih dan jangan dirusak. Apalagi menghilangkan citra baik Ahok kepada masyarakat.

Bahkan, para warga Jatipadang, Roni (41) warga RT 1 RW 7 Jalan Kemang Raya, Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan ini menilai Gubernur Ahok dianggap lebih berhasil mengatasi masalah banjir di wilayahnya. Aksi yang Ahok lakukan saat banjir lebih konkrit. Ahok dinilai langsung terjun ke lapangan untuk membenahi masalah drainase saat banjir tiba. Semisal pengadaan pompa air, pembersihan gorong-gorong dan pengerukan Kali Krukut pernah ia saksikan secara langsung saat Ahok menjabat.

Sekretaris Kelurahan Bangka Yenni Anwar sependapat dengan Roni bahwa saat Ahok menjabat sebagai gubernur terlihat lebih gerak cepat mengatasi banjir. Ahok saat itu mengerahkan Petugas Prasarana Sarana Umum (PPSU) untuk mengantisipasi dan menangani banjir di wilayah Kemang.

Yenni juga menambahkan bahwa pihaknya bersama Pemprov DKI sekarang sedang mengupayakan langkah antisipasi banjir di beberapa titik rawan banjir sekitaran Kemang. Pemprov DKI mengantisipasi melalui mekanisme pengerukan Kali Krukut dan perbaikan alat drainase.