Ini Alasan PDIP Tidak Dukung Ridwan Kami di Pilgub Jabar

Kabar Trending, Berita Politik, Pilgub Jabar, Pilgub Jawa Barat, Berita Politik Indonesia, Ridwan Kamil, Partai PDIP, PDIP Ridwan Kamil

Pasalnya, Kang Emil Tidak Pernah Berkomunikasi Dengan Parpol Lain

Berita Politik Terhangat – PDIP sudah memastikan bahwa tidak akan ada dukungan untuk Wali Kota Bandung saat ini yaitu Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018. Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira mengatakan bahwa partainya tidak akan mengusung Emil karena ada banyak pertimbangan.

Dirinya menuturkan, sebagai sebuah parpol pemenang di Jabar dengan perolehan 20 kursi, PDIP bisa mengusung kadernya sendiri. “PDI Perjuangan di Jabar merupakan partai pemenang yang pasti bisa mengusung sendiri, sehingga kalaupun PDI Perjuangan mengusung Cagub atau Cawagub, harus menghendaki ada kader partai yang pasti harus diusung juga, entah sebagai Cagub ataupun Cawagub,” ujar Andreas.

Andreas juga mengatakan bahwa PDIP juga mau calon yang kooperatif dan bisa bekerja sama dengan partainya. Selain itu, calon tersebut juga harus kooperatif dengan kader – kader partai lainnya ketika sudah memenangkan Pilkada nanti. Menurutnya, Emil dinilai tak cocok dengan kebijakan dari PDIP untuk Pilgub Jabar.

“PDI Perjuangan terang – terangan menolak calon – calon yang sudah merasa dirinya independen serta tidak perlu partai, tapi hanya butuh rekom partai. Pola pikir seperti itu pasti tidak sesuai dengan PDI Perjuangan,” tambahnya lagi.

Terkait kabar partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarno Putri ini tentang berkoalisi dengan Partai Golkar, Andreas tidak berani menjelaskan lebih detail. Hal itu dikarenakan komunkasi baru tahap awal. “Masih taraf penjajakan, saling tukar pikiran,” ungkap Andreas lagi.

Berita Politik – Sebelumya saat dikonfirmasi terpisah, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memastikan partainya tidak akan mengusung Emil di Pilgub Jabar nanti. Salah satu alasan yang disinggung terkait sikap Emil yang sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengan Parpol lainnya ketika sedang diusung oleh Partai Nasdem.

Deklarasi sebagai cabung lewat Nasdem ini yang membuat PDIP kesal. Sebagai sebuah parpol penguasa Jabar dengan kekuatan 20 kursi, partai yang berlambang Banteng dengan Moncong Putih ini bisa mengusung pasangan calon tanpa harus berkoalisi dengan parpol lainnya.

“Karena Pak Ridwan Kamil sudah mengajukan diri sebagai gubernur ya sudah. Itu kan hal beliau. Hanya, dalam hal ini kolektivitas partai dengan dialog harus diutaman. Ini yang harus kita lihat sebagai sikap,” tutur Hasto.