Inilah Cara Ahok Agar Warga Jakarta Tidak Tersingkiran

Inilah Cara Ahok Agar Warga Jakarta Tidak Tersingkiran
Inilah Cara Ahok Agar Warga Jakarta Tidak Tersingkiran
Inilah Cara Ahok Agar Warga Jakarta Tidak Tersingkiran

Kabar Trending – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat memaparkan, bahwa mereka memiliki empat program perumahan bagi masyarakat di Jakarta, tanpa perlu pusing dengan cicilan yang harus dibayar oleh warga Jakarta.

Ahok mengatakan, salah satu program perumahan ditawarkan adalah kerja sama bagi mereka yang punya tanah di Jakarta. Bagi pemilik tanah yang mau melepas tanahnya, akan dibangunkan apartemen dengan luas 2,5 kali lipat dari tanah yang dimilikinya.

Katakan lah, bila warga memiliki tanah seluas 100 meter persegi, maka dia akan memiliki hak untuk menempati apartemen yang luasnya mencapai 250 meter persei.

“Kalau ada kolektif warga kumpulkan tanah luasannya 1 hektar, atau setengah hektar, kami bangunkan apartemen. Nanti yang punya tanah 100 meter tadi kita berikan apartemen yang luasannya 250 meter dengan status hak milik,” kata Ahok.

Tujuannya dari program itu, lanjut Ahok, agar warga Jakarta asli, bisa tetap tinggal di Jakarta termasuk dengan anak-anak mereka. Karena menurut Ahok, saat ini seiring berjalannya waktu dan kian mahalnya harga tanah di Jakarta, warga Jakarta asli justru mulai terpinggirkan.

“Banyak orang Jakarta punya tanah. Tapi dia kan enggak mungkin tambah luas tanah itu. Sudah mahal sekali harga tanahnya. Jadi solusinya, seperti tadi saya sebutkan. Nantinya, keturunannya nanti bisa juga tinggal di apartemen itu. Mereka tetap dapat tinggal di Jakarta,” papar Ahok.

Tanpa adanya terobosan ini, diakui Ahok akan menyebabkan warga Jakarta semakin tersingkir dari tanah kelahirannya, seiring semakin mahalnya harga tanah di ibukota.

“Contohnya, saya punya contoh teman SMA. Dia tinggal di Pluit. Punya anak, anaknya enggak bisa beli di tengah kota, terpaksa beli agak ke pinggir dan semakin ke pinggir,” sebut mantan Bupati Belitung Timur itu.

Langkah pertama yang dilakukan Ahok dan pasangannya, Djarot sebelum rencana ini dijalankan, adalah dengan mendorong seluruh warga Jakarta untuk dapat memiliki sertifikat tanah secara gratis. Bahkan, dalam hal biaya BPHTB, pemda DKI pun menggratiskannya. Diakui Ahok, bila warga Jakarta telah memiliki sertifikat tanah, maka permasalahan sengketa akan semakin mudah dihindari.

“Kami yakin dengan cara ini, dalam 2 tahun ke depan, seluruh warga Jakarta punya sertifikat,” ucap Ahok.