Jokowi Harus Menang di Pilpres 2019

Jokowi Harus Menang di Pilpres 2019

Kabar Trending – Bukan berarti saya mau membenarkan pidato Prabowo, tapi memang negara manapun di dunia punya potensi untuk bubar, atau minimal terpecah menjadi beberapa negara bagian, termasuk Indonesia. Penyebab bubarnya sebuah negara bisa karena agresi militer dari negara lain, pemerintah yang lemah, krisis multidimensi, hingga konflik internal. Kita bisa melihat beberapa negara di Timur Tengah seperti Syuriah, Afganistan, Irak, yang menjalani konflik berkepanjangan. Meskipun mereka belum bubar, tapi potensi bubar tetap ada. Kita bisa melihat sendiri padahal mereka seragam, mereka hampir semuanya muslim.

Oleh sebab itu, Indonesia jauh lebih besar potensinya untuk konflik, terpecah belah, dan bubar. Indonesia adalah negara paling heterogen yang ada di dunia. Indonesia terdiri ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, adat istiadat, serta 6 agama yang diakui di Indonesia. Di antara 6 agama yang diakui, terdapat berbagai ormas keagamaan dan aliran yang tentunya makin membuat Indonesia sangat heterogen.

Adalah berkat anuegerah Tuhan yang Maha Kuasa sehingga sampai detik ini Indonesia masih bersatu bahkan bertambah maju. Tapi sebagai rakyat Indonesia, kita tidak boleh hanya bergantung kepada anuegerah Tuhan. Kita harus bergerak, bekerja, dan berupaya mempertahankan keutuhan NKRI. Kita harus menyadari bahwa kita adalah saudara sebangsa, meskipun suku dan agama kita mungkin beda.

Menjadi tugas maha berat bagi siapapun yang menjadi pemimpin bangsa. Ia mengemban amanah para pejuang untuk tetap mempertahankan keutuhan NKRI dari potensi-potensi perpecahan. Ia bertanggung jawab untuk membabat habis serangan sekecil apapun yang berpotensi merusak keutuhan NKRI.

Gejala munculnya krikil-kerikil yang berpotensi memecah belah rakyat Indonesia sudah mulai terlihat. Konflik agama sepertinya mulai terlihat. Sudah mulai ada oknum yang menebar kebencian kepada agama lain. Munculnya ormas-ormas radikal seperti HTI dan yang lain turut memanaskan situasi. Kedaulatan pemerintah mulai digoyang oleh mereka. Tuduhan PKI, anti Islam, anti ulama, antek asing sudah menjadi menu harian. Mereka memprovokasi rakyat lewat media sosial.

Kekuatan ormas atau kelompok masyarakat yang menebar kebencian kepada pemerintah dan umat agama lain didukung oleh politisi-politisi yang memiliki kepentingan politik. Mereka mendukung aksi-aksi yang dilakukan oleh FPI, FUI, dan kelompok lain untuk terus mendiskreditkan pemerintah, umat agama lain, serta pihak manapun yang mencoba menghalangi aksi mereka.

Dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu meredam itu semua. Langkah Jokowi menggandeng NU dan Muhammadiyah sudah sangat tepat. Jokowi mencoba menangkis serangan dari lawan-lawan politiknya, NU dan Muhammdiyah menangkis dari serangan ormas-ormas islam yang lain, yang terus menydutukan dan menebar kebencian kepada pemerintah.

Kunjungan Jokowi ke berbagai wilayah di pelosok negeri selain untuk pemerataan pembangunan yang berkadilan, juga upaya Jokowi untuk merangkul semua, untuk sama-sama berkomitmen menjaga keutuhan NKRI. Jokowi menyapa seluruh rakyat di pelosok negeri agar mereka merasa dihargai oleh pemimpin dan akhirnya memiliki kesadaran untuk menjaga keutuhan NKRI. Tidak hanya berkunjung ke wilayah di pelosok negeri, Jokowi juga mengunjungi tokoh-tokoh agama. Tujuannya agar masing-masing tokoh agama bisa membina umat dengan baik, menanamkan arti persaudaraan sebangsa dan setanah air sehingga bisa hidup berdampingan dengan umat beragama yang beragam.

Saya melihat saat ini hanya Jokowi yang mampu melakukan itu semua. Meskipun lawan-lawan Jokowi semakin beringas membuat isu, menebar ujaran kebencian, memprovokasi umat beragama agar membenci umat beragama yang berbeda, tapi Jokowi masih tetap bertahan. Jokowi masih mampu mempertahankan kedaulatan NKRI. Jokowi masih mampu terus membangun meskipun musuh-musuh terus menyerangnya. Jokowi terbukti tangguh dan tahan banting.

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi kemungkinan Indonesia bubar di tahun 2030, Jokowi adalah jawaban. Jokowi harus menang di Pilpres 2019 agar bisa membuat Indonesia jadi negara kuat dan disegani dalam lima tahun ke depan. Selain mampu merangkul berbagai kalangan, Jokowi juga tipe pemimpin yang visioner dan penuh optimisme. Jokowi terbukti lebih banyak bekerja dibanding berbicara. Jokowi juga tahan terhadap caci maki dan fitnah. Tak sedikitpun saya melihat wajah Jokowi terlihat susah, panik, jidatnya berkerut, apalagi baper. Jokowi tetap terlihat santai.

Saya yakin Indonesia bisa semakin kuat jika Jokowi menang di Pilpres 2019, dibantu oleh NU dan Muhammadiyah, NKRI bisa tetap utuh dan makin jaya.