Kakak Tiri Kim Jong Un Tewas di Racuni di Malaysia

Kakak Tiri Kim Jong Un Tewas di Racuni di Malaysia
Kakak Tiri Kim Jong Un Tewas di Racuni di Malaysia
Kakak Tiri Kim Jong Un Tewas di Racuni di Malaysia

Kabar Trending – Otoritas Malaysia telah selesai melakukan autopsi jenazah kakak tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam. Pria berusia 45 tahun itu tewas dalam sebuah serangan beracun di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Kepala Intelijen Korea Selatan mengatakan, serangan itu dilakukan oleh agen perempuan yang dikirim Korea Selatan. Untuk melancarkan aksinya, perempuan tersebut menyemprotkan racun mematikan ke wajah Kim Jong-nam.

Dikutip dari Straits Times, Jumat (17/2/2017), risin dan tetrodoxin merupakan racun yang diduga digunakan dalam serangan itu. Risin merupakan zat kimia yang dapat ditemukan di pohon jarak dan efeknya bekerja secara lambat.

Sementara itu tetrodotoxin merupakan zat mematikan yang terdapat di ikan fugu. Zat tersebut dikenal dapat melumpuhkan dan membunuh korbannya dalam waktu singkat.

Risin merupakan racun alami yang dapat ditemukan di bibit tanaman jarak dan thallium (racun tikus). Zat tersebut dikenal karena sifat membunuh mereka.

Arsenik menyebabkan korbannya mati perlahan dan sengsara. Sementara strychnine merupakan zat alkaloid yang menyerang saraf tulang belakang. Orang yang diracun menggunakan strychnine mengalami kejang tubuh ekstrem dan kegagalan pernapasan.

Menurut ahli forensik dan penasihat Departemen Kehakiman Thailand, Porntip Rojanasunan, sianida merupakan pembunuh tercepat dan mudah untuk dideteksi karena gejalanya muncul di seluruh tubuh.

Menurut dia, darah korban yang berubah menjadi cerah saat dilakukan postmortem merupakan tanda-tanda keracunan sianida.

Zat kimia lain seperti potassium dapat menyebabkan aritmia secara ekstrem dan menyebabkan serangan jantung dengan cepat.

Racun yang bereaksi secara lambat memungkinkan pelakunya beranjak pergi dari TKP dengan tidak terdeteksi. Menurut Porntip, senyawa kimia sulit untuk dibawa. Beberapa di antaranya banyak meninggalkan residu. Bau atau warnanya membuat mereka sulit untuk disembunyikan.

Sejak zaman Yunani kuno, mata-mata Uni Soviet, dan mungkin kini agen Korea Utara, racun memiliki sejarah panjang sebagai senjata favorit untuk melakukan pembunuhan.

Moskow dituduh melakukan pembunuhan ke mantan mata-matanya, Alexander Litvinenko, di tanah Inggris pada 2006. Litvinenko meninggal setelah ia meminum teh yang ternyata telah dicampur dengan Polonium-210 yang sangat radioaktif.

Pada 1995, beberapa anggota sekte sesat di Jepang menjatuhkan tas plastik sarin cair di kereta bawah tanah Tokyo. Akibat kejadian tersebut, lebih dari 12 orang meninggal dan lebih dari 5.000 lainnya dirawat di rumah sakit.

Sembilan tahun kemudian, aktivis HAM Indonesia, Munir Said Thalib, tewas akibat racun dalam penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam.

Siti Aisyah Tersangka Pembunuhan Kim Jong-nam di Mata Eks Mertua

Liang Kiong, mantan mertua Siti Aisyah, sempat tak percaya saat mendengar berita pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un, Kim Jong-nam, yang melibatkan mantan menantunya di Malaysia.

Di mata Liang Kiong, Aisyah yang kerap disapa Isah itu merupakan pribadi yang baik.

“Dia itu sopan loh, tutur katanya bagus, menurut sama orangtua, baik juga, pintar mengurus rumah tangga,” ujar Liang Kiong kepada Liputan6.com di kediamannya, Pasar Kampung Bebek, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (17/2/2017).

Kebaikan Siti Aisyah lah yang kemudian membuat Liang Kiong setuju anaknya, Gunawan Hasyim atau Ajun, menikahi wanita asal Serang, Banten itu.

“Kalau dia tidak baik, bagaimana saya mau menjadi mertuanya saat itu?” sambung Liang Kiong.

Sebelum menjadi menantu, Siti Aisyah sempat bekerja di konfeksi Liang Kiong kurang lebih tujuh tahun. Selama bekerja, Siti Aisyah terlihat baik dan rajin.

Aisyah saat itu merupakan warga desa yang mencari peruntungan nasib di Ibu Kota.

“Saya itu memang mencari anak dalam untuk jadi karyawan saya. Memang sengaja, biar mereka bisa mendapat uang tambahan. Aisyah itu dari pedalaman,” kata Liang Kiong.

Melihat pribadi Siti Aisyah yang begitu baik, Liang Kiong tak percaya mantan menantunya itu bisa melakukan pembunuhan terhadap kakak tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam.

“Saya pribadi sih nggak percaya. Anak lugu begitu kok,” kata Liang Kiong.

Nama Siti Aisyah muncul ke permukaan setelah Polisi Diraja malaysia menangkap wanita itu di bandara Kuala Lumpur tak lama setelah kakak tiri Presiden Korea Utara Kim Jong-un, Kim Jong-nam, tewas akibat diracun.

Aisyah menjadi warga Tambora sejak 16 November 2009. Setelah satu tahun sebelumnya dipersunting oleh Gunawan Hasyim. Setelah menikah, Aisyah akhirnya dibawa sang suami menuju Malaysia. Namun Isah digugat cerai oleh sang suami pada 1 Februari 2012.

sumber : Liputan 6