Karangan Bunga Badja akan Mendapatkan Rekor MURI

Karangan Bunga Badja akan Mendapatkan Rekor MURI
Karangan Bunga Badja akan Mendapatkan Rekor MURI
Karangan Bunga Badja akan Mendapatkan Rekor MURI

Kabar Trending – Tindakan yang tidak terpuji terjadi pada saat peringatan hari Buruh Internasional yang dirayakan bersama di Indonesia yang sering disebut May Day. Pergerakan buruh dalam berunjuk rasa tidak akan dapat dihentikan oleh hukum karena Demonstran memiliki payung hukum yakni pasal 28 UUD 1945 dan UU Republik Indonesia No. 9 Tahun 1998.

Payung hukum untuk berunjuk rasa atau sering disebut demonstrasi tidak bebas-sebebasnya tetap ada batasan dalam perjuangan unjuk rasa termasuk dilarang melakukan tindakan kekerasan dan pembakaran. Dalam kasus ini pembakaran karangan bunga untuk Ahok Djarot yang sudah memiliki izin diadakan di jalan Medan Merdeka Selatan adalah suatu pelanggaran hukum.

Pemberian Rekor MURI

Hal yang sangat menarik adalah karangan bunga buat Ahok Djarot tersebut direncanakan akan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia.

Saat ini pihak dari Museum Rekor Indonesia tengah mencari penggagas kegiatan pemberian karangan buat Ahok Djarot yang notabene Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sah sampai bulan Oktober 2017.

“MURI merencanakan untuk menyerahkan penghargaan atas rekor Parade Papan Bunga terpanjang,” kata Jaya melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin (1/5/2017).

Prestasi dan keindahan yang didapatkan dari karangan bunga yang indah itu malah dianggap kotoran bagi buruh FSP LEM SPSI yang pada saat Pilkada DKI Jakarta yang lalu deklarasi mendukung pasangan Anies dan Sandi yang diusung oleh Partai Gerindra yang mendukung Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 silam sebelum Bapak Jokowi jadi Presiden Republik Indonesia.

ketika itu Partai Gerindra bersama-sama PDI-P memenangkan Jokowi dan Ahok Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 yang silam.

Deklarasi Dukungan beberapa organisasi buruh

“Hadir Ketua Ketua Umum FSP LEM SPSI Arif Minardi, Sekjen FSP LEM SPSI Idrus dan Ketua DPD FSP LEM SPSI DKI Jakarta Yulianto sebagai bentuk dukungan untuk Anies-Sandi.

Acara deklarasi ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sementara Organisasi buruh yang mendeklarasikan dukungan yaitu FSP LEM SPSI DKI Jakarta, FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) DKI Jakarta, ASPEK Indonesia Provinsi DKI Jakarta, SPN DKI Jakarta, FSP KEP KSPI, Forum Guru Tenaga Honorer dan Swasta, FSP FARKES Reformasi DKI Jakarta, SP PPMI KSPI, FSP Pariwisata Reformasi, FSPASI, FSUI, SPOI”

Pendukung Badja Semakin Antusias

Setelah kejadian pembakaran karangan bunga tidak menyurutkan kreatifitas para pendukung dan pencinta pemimpin yang melayani seperti Ahok dan Djarot. Tindakan pembakaran karangan bunga tersebut malah membakar semangat masyarakat dalam memberikan bukti cinta kepada Ahok dan Djarot.

Karangan bunga tetap berdatangan dengan susunan bunga berbentuk kata-kata yang memberikan kritikan terhadap para pembenci bunga yang seharusnya menjalani terapi kejiwaan ke dokter spesialis psikologis dan kejiwaan. Oleh karena, keindahan bunga yang telah dirangkai dengan kreatifitas diangkap para pendukung Anies ini adalah sebuah kotoran yang perlu dibersihkan.

Dasar gerombolan pembenci yang logika dan cara berpikirnya sudah tidak waras dan tidak dapat ditolerir karena kejadian yang terjadi adalah preseden buruk dalam perkembangan demokrasi di Indonesia.

Pak polisi yang kami cintai segera tindak dan tangkap otak pelaku pembakaran karena tindakan pembakaran barang milik orang lain sudah termasuk tindakan pidana.

Rakyat menunggu proses penyelidikan yang serius, transparan dan memegang prinsip independensi.

Polisi tengah menyelidiki pembakaran karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang ditempatkan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, oleh para buruh pada aksi “May Day” (1/5/2017).

Sampah Karangan Bunga Menumpuk

Satu hari setelah pembakaran karangan bunga oleh pembenci yang katanya melakukan tindakan pembakaran untuk membersihkan kota akhirnya meninggalkan bekas yang parah sehingga sampah karangan bunga yang dirusak menumpuk dan masih berada di kantor balai kota.

Katanya mau bersihkan kota tapi mereka malah menambah tumpukan sampah dari karangan bunga yang kemungkinan besar jika tidak dirusak dapat dijual kembali dengan harga yang lumayan dan uang dari penjualan karangan bunga bekas tersebut bisa dimanfaatkan oleh yang membutuhkan.

Tumpukan sampah di balai kota harusnya jangan langsung di buang ke tempat pembuangan akhir karena orator demo FSP LEM SPSI telah berjanji dalam orasinya akan membersihkan kota dalam 3 hari ini bila kota tetap kotor oleh karangan bunga.

Rakyat DKI Jakarta dan seluruh Indonesia menunggu janji para buruh yang merusak dan membakar karangan bunga turun kembali untuk membersihkan kawasan balai kota dari sampah yang disebabkan oleh mereka sendiri.

“Kalau 3 hari balai kota belum bersih dari bunga-bunganya, kita akan datang untuk bersihkan. Siap untuk bersihkan balai kota” ujar salah seorang buruh dari atas mobil komandonya.

Habis Karangan Bunga Timbul Tumbuhan Dalam Pot

Tidak henti-hentinya semangat para pendukung Badja ini dan kreatifitas pun semakin terasah. Melihat adanya pembenci Ahok Djarot yang membakar karangan bunga. Pendukung ini malah memberikan tumbuhan dalam pot disertakan kata-kata pantun untuk menyemangati.

Dari kartu yang tertera, pot tanaman ini dikirimkan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam Rumah Baca Santa Ursula 1990.

Tumbuhan dalam pot yang dikirim oleh pendukung Ahok Djarot ini menunjukkan dan membuktikan bahwa para pendukung Ahok Djarot adalah pencinta lingkungan hidup. Pemberian tumbuhan dalam pot ini seperti menyinggung para pembenci Ahok yang bermain bakar-bakaran yang jelas akan mengotori udara sehingga menambah tingkat polusi di udara.

Semoga saja semakin banyak hadiah tumbuhan dalam pot dari para pendukung dan pencinta Ahok Djarot supaya kita buktikan dikemudian hari masih adakah orang gila yang akan merusak dan membakar tumbuhan dalam pot dengan alasan tumbuhan dalam pot adalah kotoran dan merusak pemandangan kota. Padahal penyebab ketidaksukaan itu adalah Kebencian dihati mereka telah berkembang biak.

Jika itu terjadi maka layaklah dikatakan para pembenci itu adalah golongan manusia bumi datar yang otak sudah diletakkan dilutut.