Kasus Penistaan Agama Ahok Yang Hampir Selesai, dan Kasus Sandiaga Uno Yang Baru di Mulai

Kasus Penistaan Agama Ahok Yang Hampir Selesai, dan Kasus Sandiaga Uno Yang Baru di Mulai
Kasus Penistaan Agama Ahok Yang Hampir Selesai, dan Kasus Sandiaga Uno Yang Baru di Mulai
Kasus Penistaan Agama Ahok Yang Hampir Selesai, dan Kasus Sandiaga Uno Yang Baru di Mulai

Kabar Trending – Saya tidak akan banyak basa-basi di sini dan tidak akan banyak membahas masalah teknis dari kasus yang sedang dihadapi Sandiaga Uno. Diketahui pada Rabu lalu, Sandiaga Uno bersama rekan bisnisnya Andreas Tjahyadi dilaporkan oleh Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings Edward Soeryadjaya atas tuduhan penggelapan saat melakukan penjualan sebidang tanah seluas kurang lebih satu hektare yang berlokasi di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan pada tahun 2012 lalu.

Argo Yuwono selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan proses hukum kasus ini tidak terkait dengan Pilkada putaran kedua. Argo juga mengatakan meski kasus ini terjadi pada tahun 2012 lalu, proses hukum Sandiaga akan ditangani sesuai hukum yang berlaku, sama halnya dengan penanganan kasus yang sedang menjerat Ahok. “Ahok saja diproses kok. Semua laporan kami periksa,” katanya. Sampai detik saya menulis ini, belum dipastikan kapan akan dilakukan pemanggilan terhadap Sandiaga untuk dimintai keterangan oleh penyidik.

Sama seperti yang sudah-sudah, jangan bilang ini terkait dengan Pilkada DKI Jakarta meski waktunya memang pas. Cukup lihat Ahok sebagai standar. Lihat apa yang terjadi pada Ahok? Ucapannya mengenai Al-Maidah membuat kasusnya tetap diproses meski sedang dalam masa Pilkada. Nah, kalau ingin adil, tidak masalah dong kalau kasus yang menjerat Sandiaga diperlakukan dengan sama pula seperti yang dikatakan Argo tadi.

Saya yakin banyak yang akan menyayangkan ini, terutama yang satu itu. Saya juga yakin banyak yang merasa ini terlalu kebetulan, mengapa baru dilaporkan sekarang padahal ini terjadi pada tahun 2012 lalu. Tidak ada yang kebetulan. Kalau masih ngotot ingin mengatakan kebetulan, lihat kembali kasus yang sedang dihadapi Ahok, maka jawabannya akan terlihat jelas. Makanya saya sangat suka memberikan bantahan seperti ini, cukup suruh mereka melihat apa yang sudah terjadi pada Ahok karena situasinya mirip.

Ingin bilang kasus ini dipolitisasi? Lihat saja kasus Ahok apakah dipolitisasi atau tidak? Ahok diperlakukan seperti itu, dan tidak ada yang salah jika Sandiaga juga mendapatkan perlakuan yang sama. Setiap laporan diperiksa, ditindaklanjuti dan diproses. Semua sama, masih ingat dengan pernyataan SBY mengenai equality before the law?

Kasa hukum Edward, Fransiska Kumalawati mengatakan kliennya telah berupaya menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan bersama Andreas dan Sandi. Dan ternyata upaya tersebut telah ditempuh sejak Januari 2016, tapi Andreas dan Sandi tak kunjung menyelesaikan masalah tersebut hingga saat ini. Fransiska juga sudah menghubungi Sandi melalui WhatsApp tapi tidak dibalas.

Januari 2016 adalah waktu di mana tidak ada yang tahu bahwa Sandi akan mencalonkan diri sebagai wakil gubernur menemani Anies Baswedan. Jadi ini adalah bukti kalau laporan atas kasus ini tidak terkait dengan Pilkada. Heran saja bagi mereka yang bilang ada yang sengaja mencari-cari kasus ini untuk membela Ahok. Sungguh stres dan gila pemikiran seperti itu. Saya tinggal mentahkan saja dengan pertanyaan, “Ahok sudah diproses, mau ribut apa lagi?” Lagipula Ahok dulu juga sering dicari-cari salahnya lewat Sumber Waras yang sampai sekarang tidak terbukti.

Kecuali Sandiaga dilaporkan setelah dia mencalonkan diri, bolehlah kita mengatakan ada unsur Pilkada yang dilibatkan. Nyatanya pihak yang merasa dirugikan sudah menempuh jalan penyelesaian sejak Januari 2016 yang mana belum masuk musim Pilkada. Bisa dikatakan salah Sandiaga sendiri yang tidak berusaha menyelesaikan masalah ini.

Dan ada satu pola yang selalu terlihat. Tiap kali ada orang yang mencalonkan diri menjadi calon kepala daerah, maka biasanya masa lalunya akan diobok-obok lagi. Masa lalu yang sudah mati kadang bisa tumbuh subur lagi. Ini dikarenakan fokus yang makin tajam terhadap seseorang. Seandainya Sandiaga tidak mencalonkan diri jadi wakil gubernur, tentu berita ini tidak akan heboh. Makanya saya setuju, kalau mau jadi kepala daerah atau pejabat, mending jujur dan bersih ketimbang dikorek masa lalunya. Jika masa lalu seseorang banyak yang tidak beres, siapa-siap saja hancur lebur.

Yang jujur saja sengaja dicari-cari kesalahannya, seperti yang terjadi pada Ahok. Ahok keseleo lidah sedikit saja, langsung dijadikan kesempatan emas pun untuk melancarkan aksi tidak waras. Apalagi kalau pejabatnya tidak jujur, berharaplah yang lebih buruk dari Ahok.

Memang tidak disebutkan kapan laporan ini akan diproses. Ini bukan berita bagus buat Sandiaga karena kalau diproses sebelum hari pencoblosan, rugi banget. Ini benar-benar tembakan yang cukup mematikan. Di sisi lain kasus Ahok sudah berjalan sangat jauh dan mungkin akan selesai, tapi kasus Sandiaga malah akan baru dimulai. Pada putaran pertama, meski Ahok dihadang kasus dugaan penistaan agama yang begitu heboh, dia tetap bisa memenangkan suara terbanyak. Bagaimana dengan Sandiaga sendiri? Apakah dia juga bisa bertahan seperti Ahok? Menarik untuk disimak.