Kejanggalan Yang Ada Pada Kecelakaan Papa Setnov

Kejanggalan Yang Ada Pada Kecelakaan Papa Setnov

Kabar Trending – Drama murahan yang ramai diperboncangkan orang akhir-akhir ini sedang ditayangkan di televisi nasional, dan lucunya, tayangnya drama ini bukan di saluran hiburan tetapi malah dari saluran berita. Pertama dan satu-satunya: Kecelakaan Setnov.

Kalau kamu mikir sedikit saja, maka mudah bagimu untuk menyangka bahwa apa yang dilakukan Setnov ini menyimpan banyak kejanggalan. Mulai dari hal-hal fisik seperti mobil dan barang bukti lainnya, kejanggalan keterangan saksi dan pelaku, sampai ke hal-hal tidak logis tentang niat-baik Setnov untuk menemui KPK.

Saya akan menguraikan sedikit apa yang saya tahu, mungkin teman-teman pembaca bisa melengkapi pengamatan saya.

Keterangan yang janggal:

Mobil Setnov hancur.

Frederick—kuasa hukum Setnov—menyampaikan pada wartawan bahwa mobil Setnov hancur-cur-cur. Padahal mobilnya tidak rusak parah, hanya bagian depan yang ringsek sedikit. Menurut seorang wartawan otomotif di satu stasiun TV, mobil yang dikendarai Setnov adalah tipe yang mampu meredam benturan. Kalau terjadi tabrakan maka bagian kap mobil akan lebih mudah rusak dibanding mobil biasa, supaya efek benturan tersebut teredam sebelum sampai kepada penumpang di dalamnya. Jika mobil yang mudah ringsek saja keadaannya masih bagus begitu—itu mobil bisa dengan cepat diperbaiki di bengkel, artinya benturannya sangat ringan.

Benjol segede bakpao.

Ini disampaikannya saat wawancara degan wartawan: Kepala Setnov benjol segede bakpao, luka di mana-mana, wajahnya beret, tangan kanan-kirinya luka dan wajahnya diperban penuh—ia menunjuk ke salah satu wartawan yang besar kemungkinan adalah perempuan dan merujuk pada hijabnya. “Maaf ya, kepalanya itu dibungkus ya seperti, Anda,” begitu katanya kurang-lebih sembari menunjuk seseorang yang sayangnya tidak tertangkap kamera. Kita sudah lihat fotonya. Jadi, di mana bakpaonya? Yang nampak diperban cuma pelisip kiri, lainnya aman. Kita juga bisa melihat kedua tangan Setnov yang tidak ada luka sama sekali.
Pingsan

Begitu keadaan Setnov kata Frederick ketika ia dibawa ke RS. Kemudian kita mendapatkan video kesaksian dari masyarakat yang membantu mengantar Setnov ke RS. Ia mengaku tidak ada yang pingsan. Pun kesaksian dokter yang menyambutnya di RS, tidak ada yang mengakui bahwa saat itu Setnov pingsan.
Gegar otak

Kondisi ini belum-belum sudah disampaikan Frederick padahal dokter sendiri—melalui konpers keesokan harinya—dengan tegas mengatakan bahwa mereka belum bisa memberi kesimpulan, bahkan belum melakukan pemeriksaan medis seperti MRI atau yang lain. Dokter hanya mengatakan bahwa Setnov datang dalam kondisi tekanan darah tinggi—tidak pingsan dan tidak ada luka, setelahnya ia memberikan obat dan kondisi Setnov pun berangsur-angsur pulih.
Mobil yang ditumpangi Setnov.

Mobil tersebut merupakan mobil bekas yang dijual di showroom sejak Mei 2017. Saya tidak tahu kapan persisnya mobil itu dibeli oleh Hilman (pengemudi mobil yang juga seorang wartawan), tapi yang jelas pada rentang Mei—November 2017, tetapi Hilman mengakui kalau ia membelinya setahun yang lalu.
Kondisi pengamanan mobil

Pemilik mobil mengatakan bahwa kondisi mobil masih bagus, sistem airbag-nya juga masih berfungsi baik. Airbag itu akan otomatis aktif ketika terjadi benturan mobil dalam kecepatan di atas 30km/s, kalau tidak, artinya kecepatan mobil saat tabrakan tidak lebih itu. Apa kecepatan segitu bisa menyebabkan penumpangnya luka parah sampai gegar otak?
Saya tidak paham bagaimana sistem penyelidikan perkara oleh kepolisian, cuma kalau logika saya, kebohongan-kebohongan macam itu sudah jelas mengindikasikan ada sesuatu yang disembunyikan. Artinya, kebenaran bisa jadi adalah kebalikan dari keterangan mereka.

Kondisi mobil dan TKP:

Kerusakan mobil tidak lebih dari 20%, kita bisa lihat jelas dari foto yang beredar. Yang begituan tidak bisa menyebabkan korban terluka parah, apalagi Setnov juga duduk di belakang saat itu. Jadi, kemungkinannya untuk membentur kaca depan sangat kecil, apalagi kalau kecepatannya masih bawah 30km/s.

Tiang yang ditabrak adalah tiang penerangan jalan, bukan ting listrik. Secara bentuk tiang itu lebih kecil dari tiang listrik, dan tiang itu pun masih tegak berdiri dengan gagahnya. Hal ini makin memperkuat bahwa benturannya memang lemah.

Niat Setov:

Kabar Terbaru – Ini memang urusan hati orang, tapi mengukur hati orang juga bukan hal yang mustahil. Setnov bilang bahwa ia akan menuju kantor Metro TV sebelum terjadinya kecelakaan itu dan setelahnya lanjut ke kantor KPK untuk memenuhi panggilan.

Ehem, Setnov ini sudah mangkir sebelas kali dari dipanggil KPK dengan alasan yang beragam, mulai dari sakit, tugas DPR, menyebut KPK tidak punya wewenang, mesti ada izin presiden, menyinggung imunitas dan terakhir drama kecelakaan. Apa mungkin orang yang mati-matian menolak dipanggil, suatu hari dengan mudahnya berubah pikiran? Yang kemarin-kemarin kenapa tidak mau datang?

Apalagi kan sebelumnya Setnov ini menghilang begitu saja selama seharian. Kalau niatnya bagus, gampang saja, ketika dijemput KPK itu kan ada keluarganya di rumah, ada pengacaranya, apa nggak bisa dihubungin nomor teleponnya terus diminta pulang? Tapi kan Setnov tidak bisa dihubungi, bahkan tidak pulang sama sekali sampai esok harinya. Tindakan itu menegaskan bahwa Setnov berniat kabur. Jadi, orang yang kemarin berniat kabur, apa mungkin hari ini tiba-tiba justru mau menemui pihak yang mengejarnya?

Menurut pengamat psikologi forensik, apa yang dilakukan Setnov ini terindikasi malingering—berpura-pura sakit untuk menghindari hukum. Apakah pihak kepolisian sampai begitu blank-nya hingga tidak bisa menemukan indikasi malingering Setnov?

Jadi, praktik malingering ini—jika memang terbukti—semestinya bisa memberatkan hukuman Setnov, sekaligus menjerat orang-orang yang membantu praktik ini. Setiap orang yang terlibat harus diusut, siapa pun dia, baik yang menyampaikan keterang tidak benar pun yang ikut dalam “drama”. Hanya dengan begitulah praktik ini tidak mudah terulang lagi. Efek jera perlu diberikan kepada pelaku dan siapa pun yang membantu tindakan pengecut macam ini.