Kisah Raja Arab, Presiden RI dan Rakyat Indonesia

Kisah Raja Arab, Presiden RI dan Rakyat Indonesia
Kisah Raja Arab, Presiden RI dan Rakyat Indonesia
Kisah Raja Arab, Presiden RI dan Rakyat Indonesia

Kabar Trending – Tersenyum sampai tertawa terbahak-bahak sejak pagi melihat berbagai “meme” dan komentar menanggapi berita-berita tentang kedatangan Raja Salman bin Abdul Aziz al Saud dari Arab Saudi. Mulai dari bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan beberapa pejabat negara. Terutama ketika foto Raja Salman berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Dibandara Halim Perdana Kusumah kemarin.

Protokoler kenegaraan sejak kemarin sampai hari ini, adalah bertemunya Raja Salman dengan Presiden RI, dengan Gubernur DKI Jakarta, lalu prosesi penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) oleh wakil kedua pihak di Istana Bogor kemarin, kemudian hari ini ke DPR dan Masjid Istiqlal. Lalu sampai ke soal iring-iringan rombongan Arab yang mengendarai mobil-mobil mewah, banyaknya jumlah peserta rombongan dari Arab, lalu “megah”nya pemenuhan kebutuhannya selama di Jakarta dan Bali nanti. Semuanya menjadi pusat berita dan perhatian masyarakat Indonesia.

Itu berita utamanya. Jelas tidak ada yang lucu. Tetapi mengundang harapan besar terhadap kerjasama Arab dan Indonesia yang disepakati dan akan dilaksanakan nanti. Decak kagum pada rombongan Raja Arab tersebut juga turut mengemuka, selain sambutan kenegaraan yang “meriah” dari pihak Presiden RI Joko Widodo dalam menjamu Raja Arab dan rombongan selama di Indonesia turut mencuri perhatian masyarakat.

Ada rasa bangga bagi masyarakat Indonesia secara umum dengan kunjungan Raja Salman ke Indonesia saat ini. Informasi tentang kunjungan Raja Arab pertamakali ke Indonesia 47 tahun lalu, turut mewarnai rasa senang dan romantisme masyarakat Indonesia terhadap agenda pertemuan kedua negara ini.

Kalau dulu, empat puluh tujuh tahun lalu, Kedatangan Raja Arab Faisal bin Abdul Aziz bin Abdurrahman as-Saud adalah dalam rangka peletakan pondasi hubungan kedua negara, melalui penandatanganan Kerjasama Persahabatan yang menjadi instrumen dasar dalam pengembangan hubungan kedua negara, termasuk ekonomi, pendidikan, informasi, dan transportasi. Selain itu juga dalam rangka memerangi Komunisme dan Zionisme.

Sekarang adalah dalam rangka membangun skenario rencana Arab untuk melakukan investasi besar-besaran di Asia di bidang ekonomi, terutama di Indonesia. Raja Salman sendiri berharap hubungan yang lebih baik lagi antara Indonesia dan Arab dalam segala hal. Selain itu memerangi ancaman terorisme dan radikalisme, serta bersama-sama menjaga keamanan internasional antara Arab dan Indonesia. Lihat visi 2030 Arab Saudi

Pemberitaan ramai ditingkat protokoler kegiatan kenegaraan, begitu juga ditingkat masyarakat, terutama netizen. Inilah yang paling ramai. Berbagai tanggapan baik yang nyeleneh bahkan sampai ada yang mencoba membuat hoax, berseliweran sejak kemarin. Apalagi bila disangkutpautkan dengan berbagai peristiwa yang terjadi beberapa bulan belakangan ini di Jakarta. Ramai sekali, tidak sedikit yang mengundang tawa.

Tetapi dibalik itu semua, sebenarnya momen baik ini perlu di kritisi sebagai momen yang harus dimanfaatkan secara maksimal bagi pembangunan di Indonesia juga bagi umat Islam di Indonesia. Kesempatan bagi Indonesia terutama bagi umat Muslim untuk dapat mengambil peran dalam pembangunan yang seutuhnya, mengingat negara Arab Saudi yang dikenal sebagai simbol dari umat Islam dunia telah membuka hubungan yang lebih luas dari sebelumnya melalui kerjasama riil dengan Indonesia yang juga dikenal dengan rakyatnya yang mayoritas beragama Islam.

Kisah Raja Arab, Presiden RI dan Rakyat Indonesia

Kunjungan ini memang telah membuka kesempatan bagi Indonesia untuk mendapatkan kuota lebih besar dalam kesempatan rakyatnya untuk dapat naik haji. Juga memberi pengaruh positif tentang hal tenaga kerja Indonesia di Arab. Selain itu, membuka kesempatan bagi penanaman modal dengan cara pembiayaan berbagai proyek dan program pembangunan di Indonesia, mulai dari koperasi, kebudayaan, kesehatan, riset teknologi dan pendidikan tinggi, kelautan perikanan, perdagangan, sampai pemberantasan kejahatan.

Tidak lupa dengan kepentingan hakiki sehubungan dengan status kedua negeri sebagai negara yang menjadi simbol umat Islam dunia dan sebagai negara yang mempunyai penganut agama Islam terbanyak, yang dituangkan secara khusus dalam salahsatu nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kementerian Urusan Islam Dakwah dan bimbingan Kerajaan Arab Saudi di bidang urusan Islam.

Namun demikian tentunya semua nota kesepahaman yang ditandatangani akan membuka peluang baik bagi masyarakat dan Islam di Indonesia, yang mudah-mudahan juga turut memberi andil besar bagi pelaksanaan nota kesepahaman tersebut. Bukannya tidak mungkin bila Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani dilaksanakan dengan baik akan terbuka peluang dalam bentuk penambahan item dan point selanjutnya sebagai apresiasi dari kedua negara terhadap suksesnya nota kesepahaman tersebut dilaksanakan.

Tentunya kita semua akan mengharapkan segalanya berjalan sukses dalam kunjungan ini, begitu juga dengan pelaksanaan dari Nota Kesepahaman tersebut nanti, bukannya tidak mungkin Indonesia akan menjadi acuan bagi banyak negara dalam membangun kerjasama dengan Arab, begitu pula dengan hasil proyek serta pelaksanaannya nanti .

Hal ini akan membuat Indonesia menambah kekuatannya di bidang diplomasi internasional. Begitu juga orang per orang atau kelompok atau organisasi dari masyarakatnya yang berada dan bekerja diluarnegeri atau mempunyai kerja dan kerjasama dibidang internasional dalam berbagai kapasitasnya akan mempunyai kedudukan sebagai Subyek Hukum Internasional yang tidak dianggap remeh oleh siapapun.

Harapan ini tentunya menjadi harapan yang ideal bagi kita semua, apapun nanti bentuk dan pengejawantahannya sebagai rakyat berbagsa dan bernegara. Tinggal bagaimana nanti Presiden dan wakil rakyat kita memanage nota kesepahaman itu semua dengan keberpihakannya untuk kemajuan rakyat Indonesia. Begitu juga dengan rakyat Indonesia sendiri terhadap nota kesepahaman tersebut.

Diharapkan pula nanti prosesnya tersebut akan terus menutup kesempatan dan peluang bagi terorisme untuk berkembang, karena berkat kerjasama ini, Banyak sekali manfaatnya bagi umat Islam di Indonesia untuk berkembang menjadi maju dan semakin matang dalam intelektualitasnya dan semakin matang sebagai rakyat Indonesia yang berbhinneka sehingga, berbagai negara di dunia akan semakin menganggap Indonesia sebagai guru mereka selain Arab Saudi.

Meme yang muncul sejak pagi, mungkin sejak tadi malam, memang banyak yang mengundang tawa. Begitu juga dengan berbagai informasi yang wah tentang rombongan Raja Arab dalam kedatangannya ke Indonesia. Biarlah itu menjadi sesuatu yang menghibur dan mengundang decak kagum kita terhadap momen ini.
Tetapi yang terpenting adalah bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan secara maksimal kerjasama bilateral dengan Arab Saudi ini menjadi proses penting dalam pembangunan kita sebagai bangsa dan negara.

Kisah Raja Arab, Presiden RI dan Rakyat Indonesia

Mudah-mudahan, hubungan yang telah dirintis kembali oleh kepala negara kedua negara ini, akan membangun kembali hubungan baik yang dapat menguntungkan keduabelah pihak Terutama di Indonesia, pemerintah bersama-sama dengan rakyatnya.

Sumber : Seword