Korea Utara Dituduh Menjadi Biang WannaCry

Kabar Trending, Berita Terbaru, Berita Terbaru Ransomware WannaCry, Virus WannaCry, Ransomware WannaCry, Trending Topic, Korea Utara, Mengatasi Ransomware WannaCry

Kabar Trending, Berita Terbaru, Berita Terbaru Ransomware WannaCry, Virus WannaCry, Ransomware WannaCry, Trending Topic, Korea Utara, Mengatasi Ransomware WannaCry

Korea Utara : Itu Sangat Konyol !

Berita Panas Hari Ini – Menghadiri acara yang diselenggarakan oleh PBB mewakili Negaranya Korea Utara, Kim In Ryong menyebutkan bahwa sangat konyol untuk menghubungkan antara serangan ransomware jenis WannaCry yang terjadi di seluruh dunia dengan Negaranya.

Menurut laporan, Ransomware WannaCry ini sudah menginfeksi lebih dari 300 ribu komputer di 150 Negara di dunia. WannaCry akan bekerja untuk mengunci data dan file yang ada di dalam komputer korbannya, kemudian akan meminta tebusan dalam bentuk mata uang Bitcoin kepada korban yang terkena serangan tersebut.

Pelaku serangan WannaCry ini akan memberikan jangka waktu 1 minggu untuk korban agar datanya semua kembali dengan selamat.

“Terkait dengan serangan cyber ini, menghubungkannya dengan Korea Utara itu sangatlah konyol,” ujar dari Kim. Menurutnya, sangat tidak pantas untuk mengaitkan semua hal buruk dengan Korea Utara.

“Saat berbagai hal aneh sedang terjadi, sangat tidak adil bukan jika Amerika Serikat dan pihak lainnya yang anti Korea Utara mengaitkan bahkan sampai menuduh pelakukan adalah Negara kami,” tutupnya.

Berita Terbaru – Sebelumya, perusahaan keaman cyber yang paling terkemuka di dunia yaitu Symantec dan juga Kaspersky Lab menyebutkan bahwa petujuk teknis mengenai asal dari Ransomware WannaCry ini mengarah kepada kelompok hacker Lazarus. Setelah diteliti dengan dari beragam perusahaan keamanan, hacker Lazarus ini adalah hacker yang beroperasi di Korea Utara.

Sekedar informasi, seorang juru bicara Italia di PBB memberikan sanksi kepada Korea Utara lewat UN Security Council North Korea, selaku komite pemberian sanksi. Serangan tersebut bahkan sudah sampai ke anggota komite tersebut. Sayangnya, taka da yang mengetahui lebih lanjut tentang kelompok hacker ini dan siapa yang berada di baliknya.

UN Security Council pertama kalinya memberikan sanksi tersebut kepada Korea Utara pada tahun 2006 dan terus menerus melakukan pengawasan, terutama terkain berbagai uji coba nuklir di Negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un tersebut.