KPU DKI Imbau Warga Tidak Membawa HP dan Mengenakan Atribut Kampanye Dalam Bilik Suara Saat Mencoblos

KPU DKI Imbau Warga Tidak Membawa HP dan Mengenakan Atribut Kampanye Dalam Bilik Suara Saat Mencoblos
KPU DKI Imbau Warga Tidak Membawa HP dan Mengenakan Atribut Kampanye Dalam Bilik Suara Saat Mencoblos
KPU DKI Imbau Warga Tidak Membawa HP dan Mengenakan Atribut Kampanye Dalam Bilik Suara Saat Mencoblos

Kabar Trending – Komisioner KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos mengatakan, KPU DKI tidak melarang pemilih ber-selfie seusai memilih pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Rabu (15/2/2017).

Namun, selfie tersebut tidak boleh dilakukan di dalam bilik suara. “Hobi selfie masih boleh jalan terus selain di balik bilik suara,” ujar Betty melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin (13/2/2017).

Betty mengatakan, KPU DKI Jakarta melarang pemilih untuk membawa ponsel atau kamera ke dalam bilik suara.

Hal itu dilakukan untuk menjaga asas kerahasiaan dan menghindari politik uang. “Boleh bawa handphone di TPS, tetapi enggak boleh bawa masuk ke bilik suara,” kata dia.

Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS nantinya akan menyediakan tempat penitipan ponsel atau kamera apabila pemilih akan mencoblos di dalam bilik suara.

Setelah mencoblos, ponsel atau kamera tersebut baru diambil kembali. Betty mengatakan, KPU DKI juga tidak melarang apabila pemilih ingin ber-selfie dengan menunjukkan jari yang sudah dicelupkan ke tinta sebagai tanda telah memilih.

“Boleh, tenang, hobi selfie masih tersalurkan,” ucap Betty. Pilkada DKI Jakarta telah memasuki masa tenang hingga Selasa (14/2/2017) besok.

Sementara Rabu, pemungutan suara bisa dilakukan sejak pukul 07.00 – 13.00 WIB. Pilkada DKI Jakarta 2017 diikuti oleh tiga pasangan calon, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno mengimbau agar warga tidak mengenakan atribut pasangan calon saat pemungutan suara pilkada, Rabu (15/2/2017).

“Saya imbau masyarakat hadir di TPS tidak menggunakan atribut kampanye, alat peraga kampanye, dan mewujudkan ketertiban. Warga sekitar TPS silakan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara,” ujar Sumarno di Markas Kodam Jaya, Jakarta Timur, Selasa (13/2/2017).

Adapun Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Mimah Susanti menjelaskan atribut pasangan calon tidak diperbolehkan dalam radius 200 meter dari tempat pemungutan suara (TPS).

Sejak Minggu(12/1/2017), dini hari, Bawaslu bersama kepolisian dan Satpol PP telah menurunkan alat peraga kampanye seperti spanduk dan stiker. KPU DKI rencananya akan membuat surat edaran terkait kegiatan berbau kampanye selama masa tenang.

“Jadi ini minta petugas kami di lapangan untuk mengamati dalam radius 200 meter di lingkungan TPS sudah tidak ada atribut paslon atau alat peraga kampanye, jika ada kami turunkan. Dalam TPS juga tidak boleh menggunakan atribut. KPU akan membuat surat edaran untuk rujukan,” ujar Mimah.