Layakkah Anies Menjadi Gubernur DKI Dengan Perkataannya Yang Tidak Konsisten ?

Layakkah Anies Menjadi Gubernur DKI Dengan Perkataannya Yang Tidak Konsisten ?
Layakkah Anies Menjadi Gubernur DKI Dengan Perkataannya Yang Tidak Konsisten ?
Layakkah Anies Menjadi Gubernur DKI Dengan Perkataannya Yang Tidak Konsisten ?

Kabar Trending – Ketika banyaknya ide Anies yang berbuah kebingungan di masyarakat, yang paling populernya belakangan ini adalah mengenai DP (down payment) rumah nol rupiah yang banyak menuai kritik, dengan tidak jelas dalam merinci ide-ide tersebut. Ketika mengatakan bahwa rumah ada dua bentuk ada yang rumah tapak ada yang rumah susun, dan mengatakan bahwa ini adalah program bantuan dari pemerintah agar warga Jakarta mudah memiliki asset rumah, namun disisi lain mengatakan bahwa ini adalah bukan rumahnya namun ini pembiayaannya.

Saat menggelontorkan idenya ke masyarakat, diawal membicarakan program rumah tanpa DP (down payment) jika terpilih, namun di akhir pembicaraannya Anies mengatakan ini bukan rumahnya namun pembiayaannya, lahirnya sebuah persepsi adalah jelasnya informasi/pesan yang disampaikan …, saat dikritik mengenai kejelasan idenya justru Anies mengatakan, mengapa ide nya ini banyak menuai kritik? Terkesan mempersalahkan audiens/pendengar dalam hal ini rakyat DKI yang mencoba memahami program tersebut…

Dengan mengatakan bahwa ini program tanpa DP bukan program membangun rumah….lah terus Anies ini mencoba mengirim pesan apa ya…pemilikan rumah, program tanpa DP , membangun rumah atau hanya sekedar program pembiayaan saja….Anies cenderung menyampaikan ide dengan narasi yang indah didengar namun sulit untuk dipahami, terus bagaimana saat pelaksanaannya nanti, jika diawal penyampaian pesan saja sudah membuahkan arti yang banyak pengertiannya, dan pastinya sulit saat realisasinya nanti.

Melontarkan ide dengan berdampak kebingungan/polemik pada masyarakat seperti halnya …orang lagi menelepon sambil jalan mondar-mandir…kalau obrolannya makin panjang maka jalan yang ditempuh juga semakin jauh,…..ngomongin rumah tanpa DP …terus berubah menjadi ini hanya pembiayaan kok, lalu mengatakan bahwa nantinya nabung dulu selama 6 bulan yang akan dibuat DP, berubah-rubah…..…nuduh orang tidak paham dan cenderung menyalahkan orang-orang yang mengkritiknya……..…justru semakin asiknya nelpon berjam-jam akhirya Anies lupa jalan untuk pulang…..….bingung sendiri Anies akhirnya.

Ketidak jelasan pernyataannya kembali dilakukan Anies, saat mengkritik tanpa dasar dan cenderung “nyinyir” dengan mengatakan bahwa penggunaan lahan di DKI Jakarta peruntukannya tidak memihak kepada rakyat kecil “Tanah Pemrov saja bisa dipakai mall, tanah Negara dipakai mall,…….….kenapa rakyat kecil mau pakai tanah Negara jadi ramai? Mau dipakai buat mal, kita semua diam” ujar Anies . tanpa menginformasikan tanah mana yang dimaksudkan yang dipakai mall tersebut akan kembali membuat kebingungan dimasyarakat, sebenarnya apa yang dikritik dan dibicarakan oleh Anies….latar belakang Anies yang akademisi dimana “umum”nya orang beranggapan hanya mampu teori saja namun tidak mampu secara praktek, keberadaan Anies justru “memalukan” dari kalangan akademisi….sebab banyak juga dari kalangan akademi yang “jago” teori dan juga prakteknya.

Ketika saat dikritik mengenai kejelasan ide dan lalu bukannya melakukan introspeksi malahan melakukan “pembelaan” dengan mengatakan bahwa apa yang dilontarkan ini mempunyai legal opinion….waduh semakin “blunder” lagi….legal opinion itu ketika opini atau pendapat dilontarkan oleh seseorang yang memang apa yang diucapkan sesuai dengan keahliannya…,..dan lontaran ini digunakan untuk meyakini dan cenderung untuk melawan tuduhan terhadapnya….lah ini kan koreksi dari masyarakat yang mendengarkan ucapannya….kok masyarakat justru mendapatkan “serangan” balik dari Anies dengan menekankan bahwa dia memiliki legal opinion…

Mempertanyakan dengan kecenderungan nyalahin peraturan pemerintahan yang ada dengan lontaran seperti “marah-marah” namun tidak jelas uraian yang dikritiknya,….ini seperti orang lagi lapar belum makan seharian terus marah-marah, ngomongnya teriak-teriak ngga jelas, namun saat disuguhi makanan dan perutnya sudah kenyang (terpenuhi keinginannya)….terus lupa apa ya…yang tadi dia omongin……

Problem utama yang ada adalah korupsi yang merajalela dan harus diperangi, untuk mencapai pembangunan berkeadilan dan masyarakat yang maju dan bahagia, diperlukan pemimpin yang tegas dan jelas agar pemerintahan/organisasinya dan masyarakat tidak mengalami kebingungan……Narasi Anies indah, Ahok jelas dan tegas ucapan dan tindakannya….bahan perenungan untuk masyarakat DKI dalam memilih pemimpin..