Makna Dibalik Aksi Lilin Dukungan Untuk Ahok

Makna Dibalik Aksi Lilin Dukungan Untuk Ahok
Makna Dibalik Aksi Lilin Dukungan Untuk Ahok
Makna Dibalik Aksi Lilin Dukungan Untuk Ahok

Kabar Trending – Aksi dukung Ahok dan NKRI sampai hari ini sudah terjadi di lebih dari 20 kota dalam dan luarnegeri. Mereka yang turun ke jalan itu datang dari semua golongan. Ibu-ibu, Bapak-bapak, anak-anak muda, laki-laki, perempuan-perempuan, pekerja, pengangguran, semua keluar dari rumah secara sukarela untuk memberikan dukungan kepada orang yang memimpin dan membangun jakarta dengan hati.

Jakarta? ya, Jakarta, itu baru Jakarta saja lingkup kepemimpinan Ahok. WNI di hampir diseluruh dunia, sudah bergolak mendukung dan menyuarakan pembebasan Ahok.

Mereka bergerak tidak dengan jaminan dapat ongkos dan dapat nasi bungkus. Mereka turun kejalan tidak dengan komando. Mereka tidak diberikan jatah perangkat aksi seperti spanduk, yel-yel, ataupun pernak-pernik aksi lainnya. Mereka mengambil lilin dari rumahnya yang selama ini disimpan kalau-kalau nanti mati lampu, atau beli di warung dekat rumahnya, lalu bergegas untuk berkumpul bersama sambil menyalakan lilinnya.

Lalu kenapa mereka semua sepakat turun kejalan memberikan dukungan kepada Ahok? Karena mereka tahu, langkanya pemimpin yang benar. langkanya pemimpin yang bekerja untuk kesejahteraan rakyatnya. Langkanya pemimpin yang mau membangun tanpa melakukan korupsi, tapi malah memberantas korupsi dan mafia-mafia lokal yang menghambat pergerakan dan perkembangan perekonomian juga kehidupan sosial. Bisa juga dalam lubuk hatinya yang paling dalam mereka berpikir, belum tentu dalam kurun 10 tahun lagi akan lahir lagi satu pemimpin yang seperti itu.

Jadi bagi siapa yang melihat gerakan dukungan lilin itu hanya sebagai Ahokers atau tim hore-hore semata, coba di analisa lebih dalam lagi. Selama ini bangsa ini sudah terlalu capek dizolimi oleh pemimpinnya sendiri, dibodoh-bodohi oleh pemimpinnya sendiri. Kalo cara zolim dan pembodohannya canggih sih mungkin tidak apa-apa walaupun tetap tidak benar, tapi kalau caranya saja sudah ketahuan dan malah jadi rahasia umum, ironisnya tidak ada yang bisa berbuat apa-apa karena aparatur negara malah menjaganya, itu yang konyol, dan itu yang selama ini terjadi.

Makanya, begitu melihat ada satu, dua pemimpin yang telah memimpin yang benar, Mereka mempertahankannya. dengan berbagai cara yang mereka tahu,

Mungkin aelama ini mereka diam saja ketika Ahok diobok-obok selama dia bekerja dan memimpin, mereka diam saja ketika Ahok disangka macam-macam. Mereka diam saja, ketika Ahok dilaporkan ke polisi. Mereka diam saja ketika Ahok di pengadilankan dengan dugaan penistaan agama yang sarat dengan kepentingan politis. Mereka tetap masih diam saja.
Tetapi ketika Ahok di vonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara, mereka baru bergerak. Itu artinya mereka baru bergerak dengan fakta. bukan dengan dugaan-dugaan atau sangkaan-sangkaan.

Para intelektual dan cendikiawan hukum boleh berseru untuk menghormati putusan pengadilan, apapun itu hasilnya. Ya, mereka memang menghormati. tapi dengan setengah tidak perduli. Karena hukum yang mereka lihat selama ini menjadikan mereka tidak begitu perduli dengan hukum, tapi mereka tetap memberikan dukungannya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Tapi satu saat nanti, ketika hukum kembali tidak berpihak pada keadilan, siapapun para orang pintar hukum yang menyerukan hormati hukum, tidak akan diperdulikan lagi. Pengadilan Tinggi sebaiknya harus lebih cerdas menganalisa kasus abal-abal ini, Jadilah apa yang selama ini dicita-citakan oleh Indonesia sebagai negara yang berlandaskan hukum. Negara hukum. Jangan maunya dihormati aja, tetapi tidak memperjuangkan keadilan yang seharusnya.
Sadarilah, mereka cuma rakyat biasa yang hanya menyalakan lilin di jalanan, tapi itu mengartikan berbagai makna, Jangan anggap itu biasa-biasa saja. Jadi bukan sekedar persoalan Pilkada saja, itu terlalu kecil.

Itu mengartikan berbagai makna yang mengerucut kepada kerinduan dan kecintaan, kerinduan dan kecintaan terhadap persatuan dan kesatuan, kerinduan dan kecintaan terhadap pemimpin yang mensejahterakan, kerinduan dan kecintaan terhadap pembenahan negara, dan kerinduan dan kecintaan terhadap rumah yang aman dan nyaman. Indonesia.

Bergeraklah dengan cepat pengacara Ahok, supaya kasusnya terdaftar dan masuk ke Pengadilan tinggi dan cepat diputuskan. Supaya kita akan lihat apa yang dapat hukum lakukan untuk ini. Ribuan lilin akan terus mengawal kalian.
Berharaplah Pengadilan Tinggi akan memberikan Putusan yang benar, dan janganlah berpikir untuk membuat Putusan demi menghilangkan gejolak aksi, demi berpihak pada pihak yang ingin dipihak. Buatlah putusan yang berlandaskan pada yang seharusnya. Lihatlah dengan jelas. Capailah keadilan.

Ribuan lilin yang dinyalakan dimana-mana sampai saat ini, memang hanyalah sekedar lilin-lilin saja. Tapi jangan sampai semua lilin yang telah dinyalakan menyatu. Terbakar nanti.

Ini bukanlah khayalan, ini hanyalah pemikiran logis tentang sebab akibat, ketika yang benar malah dihambat.