Manfaat Raja Salman Mengunjungi Indonesia

Manfaat Raja Salman Mengunjungi Indonesia
Manfaat Raja Salman Mengunjungi Indonesia
Manfaat Raja Salman Mengunjungi Indonesia

Kabar Trending – Attention! Achtung! Sebelum membaca artikel saya lebih lanjut, saya sarankan anda yang sangat mengagungkan Raja Salman dan Arab Saudi mohon lebih berbesar hati dan membuka pandangan anda sebesar-besarnya. Saya tidak mengkritik, menista, dan menghina suatu paham apapun. Saya hanya mencoba memaparkan informasi yang saya dapat dan membagikan kepada para pembaca dengan menggunakan bahasa saya.

Negara kita sedang sibuk melakukan persiapan untuk menyambut kedatangan Raja Salman. 3 hotel sudah dibooking, ratusan mobil sedan sudah disiapkan, dan Presiden akan menyambut sendiri kedatangan rombongan Raja Arab tersebut. Sebagai salah satu negara muslim terbesar sudah tentu kita bangga menyambut kedatangan seorang raja dari negara tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW tempat berkembang dan lahirnya agama Islam. Sekedar informasi, kunjungan terakhir dari Arab Saudi adalah 46 tahun lalu ketika Raja Abdul Aziz bertahta.

Tapi, saran saya, hanya sekedar saran, terserah anda mau mengikuti atau tidak, kita harus berhati-hati dan sedikit menaruh curiga terhadap kunjungan mendadak mereka setelah sekian puluh tahun. Melihat kondisi dan situasi politik negara kita yang memanas dan berbagai isu agama yang menyebar, Indonesia menjadi terlihat sedikit sexy dan hot untuk dijamah. Ibu pertiwi di usianya yang masih muda terlihat memanas dan gairahnya memuncak mengundang perhatian negara-negara tua untuk sekedar meletakkan tangan diatas pahanya.

Investasi yang rencananya (masih rencana lo ya) akan menggelontorkan sejumlah dana sebesar 30 T secara cuma-cuma tanpa ada bunga. Saya tegaskan, tanpa bunga! Wow sekali! Walaupun masih kabar simpang siur tapi rencani ini mirip-mirip janji Anis memberikan rumah dengan dp 0%. Bagi pembaca yang sudah melek ekonomi tentu paham betul tidak ada investasi tanpa mengharap keuntungan. Buat apa berinvestasi tanpa mendapat keuntungan. Dan bagi saya adalah hal bodoh apabila negara sebesar Arab Saudi yang telah menjadi ujung tombak pertambangan minyak dunia tiba-tiba datang menyerahkan dana besar untuk berinvestasi tapi tidak berharap bunga. Pasti ada harapan lain. Ada udang dibalik bakwan, nikmat memang, bagi mereka.

Masih menurut pendapat saya, rasanya kita tidak perlu diberi janji muluk-muluk kita hanya membutuhkan kepastian nasib WNI kita yang berada di Arab Saudi dan kepastian janji dana santunan bagi WNI korban crane selama menunaikan ibadah haji di Arab Saudi yang sampai sekarang belum terealisasi. Kalau ingin menarik hati saya, saya lebih menghargai bila Raja Salman datang ke Indonesia untuk membahas kedua masalah tersebut bukan malah menggembar-gemborkan rencana dana investasi. Sudah saatnya kita mencoba menghentikan bantuan dana asing. Tidak kah kita berkaca dari Freeport sekarang ini?

Untungnya Presiden kita adalah sosok yang realis. Daripada mengharapkan dana investasi yang belum karuan menguntungkan beliau lebih mengutamakan kedatangan rombongan Raja Salman sebagai rombongan yang menguntungkan secara pariwisata. Secara sektor pariwisata kita sudah diuntungkan ratusan juta.

Suatu langkah yang tidak etis bila kunjungan negara ditumpangi dengan upaya menunjukan kekuatan negara. Kedatangan Raja Salman dengan ribuan rombongan bagi saya hanya ingin menunjukkan kekuatan dan berusaha memberi tekanan bagi kita. Harga minyak dunia sedang merosot dan gaya hidup mereka yang berfoya-foya memperburuk keadaan financial mereka beberapa tahun ke depan. Tidak perlu saya jabarkan seperti apa merosotnya financial mereka, penulis Seword yang lain sudah memaparkan secara lengkap. Mereka harus tampil dan menunjukkan pada kita bahwa ditengah kemerosotan financial mereka ingin tetap diperhitungkan dalam kancah politik internasional. Terlepas dari isu agama dan investasi, Arab Saudi datang ke Indonesia ingin unjuk gigi dan berusaha menancapkan kembali kukunya ke dalam Indonesia. Momen ini dimanfaatkan secara “licik” oleh Presiden. Kalem-kalem beliau bisa licik lo, tapi liciknya demi kebaikan kita semua kok.

Sudah cukup bangsa asing memperkosa ibu pertiwi. Kita harus berhati-hati karena ibu pertiwi sedang cantik-cantiknya. Jangan sampai mereka meletakkan tangan kotornya dipaha ibu pertiwi apalagi menggerayangi ibu pertiwi sampai daerah vitalnya.

Sumber : Seword.com