RI Cuman Bisa Ekspor Ikan Tuna Sirip Biru 750 TON, Dikarenakan Ulah Mafia

RI Cuman Bisa Ekspor Ikan Tuna Sirip Biru 750 TON, Dikarenakan Ulah Mafia

Berita Ekspor Indonesia – Pemerintah menyampaikan, Indonesia memiliki potensi ekspor ikan tuna sirip biru ( southern Bluefin tuna/SBT ) cukup besar ke Jepang, China, Taiwan dan Negara lain. Akan tetapi, akibat ulah mafia perdagangan SBT, Indonesia hanya kebagian jatah ekspor ikan termahal ini sebesar 750 ton per tahun. Demikian yang disampaikan oleh Direktur Pengelolaan Sumber Daya Perikanan PSDKP Kementrian kelautan dan perikanan.

‘’Ikan tuna masih bisa diekspor, malah orang lain yang ngelarang. Kita Cuma dikasih kuota ekspor ikan tuna sirip biru 750 ton setiap tahun, padahal potensi kita banyak,’’ucap tyas.

Ia menegaskan , Indonesia tidak boleh melebihi jatah kuota yang telah di tetapkan Indian Ocean Tuna Commission ( IOTC )dan Komisi Konservasi Tuna Sirip Biru Selatan alias Commision for the Coservation of Southern Bluefin Tuna ( CCSBT ).

‘’Mau nambah ( kuota )sekilo saja susahnya luar biasa. Di IOTC dan CCSBT kuota impor Bluefin dari Indonesia tercatat semua, jadi kalau sudah mengekspor 750 ton, tidak boleh ekspor lagi,’’ jelas Tyas.

RI Cuman Bisa Ekspor Ikan Tuna Sirip Biru 750 TON, Dikarenakan Ulah Mafia

Menurut dirinya, dalam ekspor ikan tuna sirip biru terhadap Indonesia , ada permainan penentapan kuota lantaran Negara ini memiliki potensi besar untuk ekspor ikan seharga jutaan sampai miliar rupiah per ekor ini.

“Kenapa mau nambah kuota saja susah? Itu karena ada mafia. Tiga negara dominan yang menguasai perdagangan bluefin kan Selandia Baru, Australia dan Jepang. Mereka yang mengatur pasar, jangan sampai kuota ekspor kita melebihi kuota mereka walaupun kita punya potensi banyak tapi kita dikunci,” ucapnya.

Begitu pula dengan harga. Meskipun jumlah ikan tuna sirip biru sangat berlimpah, namun Indonesia tidak dapat menjadi penentu harga dari ikan tersebut. Ikan tuna sirip biru memang dikenal sebagai ikan termahal, harga jual untuk ikan jenis ini dimulai dari angka Rp 100 ribu – Rp 200 ribnu per kilogram ( Kg ) atau mencapai nilai ratusan bahkan miliaran rupiah per ekornya.

Tujuan utama ekospor ikan tuna sirip biru Indonesia ke Jepang untuk dijadikan makanan bergengsi di Negara tersebut. Mereka mengonsumsi mentah ikan tuna sirip biru yang biasanya dijadikan bahan olahan ikan sashimi karena kandungan protein yang ada pada ikan ini sangat tinggi dan khasiatnya meningkatkan vitalitas. Dari segi rasa, ikan tuna diperairan tropis lebih legit dibandingkan perairan subtropis.

“Kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk menentukan harga karena mereka yang mendominasi perdagangan. Tapi harga itu kan bergerak naik turun, kalau mereka lagi butuh ikan, naiknya tinggi sekali,” papar Tyas.