Sandiaga Mangkir Dari Panggilan Polisi Demi Kampanye

Sandiaga Mangkir Dari Panggilan Polisi Demi Kampanye
Sandiaga Mangkir Dari Panggilan Polisi Demi Kampanye
Sandiaga Mangkir Dari Panggilan Polisi Demi Kampanye

Kabar Trending – Pihak Anies-Sandi seperti orang yang tak berprinsip. Anies pernah menyerang Agus soal progam RW 1 Milyar, sekarang malah mau kasi dana hingga 3 Milyar per RW. Sandiaga menuduh Ahok bertemu pengusaha, eh malahan dirinya sendiri yang bertemu pengusaha. Progam DP nol persen pun da direvisi entah berapa kali.

Sekarang soal masalah kasus hukum. Pihak Anies-Sandi kembali menunjukkan bahwa mereka itu memang tidak jelas.

“Dengan sangat menyesal, Bang Sandi besok tidak dapat menghadiri panggilan tersebut,” ujar Yupen, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Keamanan Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno

“Kami juga sudah susun jadwal berapa hari sebelumnya karena memang ini adalah momennya kampanye, banyak warga yang ingin bertemu, apalagi besok kami juga ada acara di KPK, LHKPN, maka itu adalah agenda yang tidak bisa di-cancel, tidak bisa dibatalkan,” kata dia.

Mantab bukan? Kampanye tidak bisa ditunda tapi panggilan ke polisi bisa. Ahok tidak pernah mangkir dan masih bisa kampanye. Anda bisa yakin orang begini memimpin Jakarta?

Kasus Hukum Sandiaga

Edward S Soeryadjaya, melaporkan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno ke polisi terkait tuduhan tindak pidana penggelapan. Sandiaga dilaporkan bersama rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi.

“Penggelapan tanah kurang lebih satu hektar di Jalan Raya Curug,” kata Fransiska

Respon dari Sandiaga pun lucu.

“Saya menyikapi seluruh pemanggilan kasus itu sebagai sesuatu yang serius. Tapi memang banyak yang menganggap ini lucu, karena ini baru dilaporkan seminggu yang lalu sudah langsung diproses,” ujar Sandiaga

Apanya yang aneh? Apa Sandiaga sudah terbiasa kalau dirinya terkena kasus hukum selalu lama diproses? Ahok saja prosesnya sangat kilat. Sekarang sudah belasan sidang. Sandiaga ini kok cengeng? Dituduh kafir ya tidak, mayat pendukungnya tidak diurus ya tidak. Kok play victim?

“Sementara yang Mas Anies sampaikan ke saya kasus-kasus yang dia laporkan sudah sebulan lebih tidak ditindaklanjuti sama sekali. Dan ada yang menganggap lucu. Kalau saya menganggapnya serius, saya menganggapnya ini mungkin bentuk apresiasi pihak kepolisian untuk bergerak cepat sesuai dengan ritme Pilkada ini,” kata Sandiaga.

“Saya nggak mau suudzon (buruk sangka), tapi ada yang memberikan informasi bahwa ini kriminalisasi dari politik. Ada yang bilang politisasi daripada sebuah kasus yang sebetulnya bukan tindak pidana atau perdata hukum,” jelas Sandiaga.

Ya, setelah dirinya sendiri terkena kasus baru teriak politisasi. Ahok yang jelas dipolitisasi pun tidak cengeng dan menghadapi kasusnya. Pernahkah sekalipun Anies ataupun Sandiaga membela Ahok dalam kasus penistaan yang jelas politisasi ini? Mana ada, yang ada malah mendiamkan, toh Ahok yang dirugikan. Kalau diri sendiri rugi baru mulai teriak.

Hebatnya lagi pihak Anies-Sandi meminta agar kasusnya ditunda hingga Pilkada selesai.

“Kalau bisa sih ditunda sampai setelah Pemilu saja supaya tidak ada dugaan-dugaan ini bermuatan politik. Tapi kalaupun polisinya memaksakan, kami akan hadapi,” ucap Yupen.

Sungguh pintar, Kampanye tidak bisa ditunda tapi kasus minta ditunda. Ini sudah munafik kuadrat. Minta kasus ditunda padahal kasus Ahok sudah berjalan secepat kilat. Pura-pura lupa kalau Ahok menjalani sidang terus-menerus, eh diperiksa saja sudah kalap.

Ini sudah sangat tidak terpuji. Alasannya pun tidak bisa diterima, demi kampanye. Sudah ada orang yang dirugikan dalam kasus ini, malah ditunda-tunda lagi. Takut elektabilitas turun? Ahok berkasus tidak apa-apa, diri sendiri berkasus ga boleh? Jelas ada udang dibalik bakwan.

Pihak polisi seharusnya jangan hiraukan. Panggil saja, kalau perlu panggil paksa kalau terus menerus tidak mau hadir. Jangan sampai terlihat kalau polisi berat sebelah, Ahok jadi tersangka dengan cepat, malah yang lain diperiksa saja sulit.

Polisi juga harus mengerjakan kasus ini dengan kilat. Biar Sandiaga bisa merasakan sendiri, kecepatan kasus yang dirasakan oleh Ahok. Kalau tidak salah harusnya tidak takut bukan?