Sopir Metro Mini Minta Gaji Rp 8 juta Ahok Marah Besar

Sopir Metro Mini Minta Gaji Rp 8 juta Ahok Marah Besar

Geram akan tingkah Para Sopir Metro Mini Minta Gaji 8 Juta membuat Ahok naik Pitam

Berita Terpercaya – Transportasi Massal Metro Mini di Ibu kota DKI Jakarta dianggap tengah menjadi masalah, pasalnya Pemerinta Provinsi ( Pemprov )DKI Berkali-kali membujuk mereka untuk bergabung masuk bagian Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) lewat PT. Transjakarta,

Bukannya kerja sama yang didapatkan Ahok, namun penolakan dari para Sopir, sulitnya menertibkan mereka membuat pemprov kesal.

Ahok Sang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama kesal dikarenakan permintaan para sopir Metro Mini agar mereka digaji sebesar Rp 8 Juta sebulan, jika bergabung dengan PT Transjakarta.

Ahok menawarkan para sopir gaji minimal mereka bagi pemegang SIM B1 atau sopir bus feeder  adalah dua kali Upah Minimum Provinsi ( UMP ) DKI Jakarta atau sekitaran Rp 6,2 Juta / bulan. Jumlah ini diangap sangat laik bagi para Sopir Metro Mini bila mereka tertarik untuk bergabung.

Sopir Metro Mini Minta Gaji Rp 8 juta Ahok Marah Besar

Namun bukan mendapatkan kerjasama para Sopir ini malah menolah tawaran dari Pemprov DKI dan tetap ngotot untuk meminta gaji Rp 8 Juta perbulannya.

“Itu namanya ngelunjak. Saya sudah katakan, kami berikan yang terbaik sudah. Ada asuransi segala macam sudah terbaik,” seru Ahok.

Ahok sangat kesal. Dia tidak lagi memperdulikan nasib para Metro Mini tersebut karena menilai tuntutan sopir tersebut terlalu kelewatan. Dia bahkan menentang para sopir mendapat Rp 6,2 Juta per bulan melalui Metro Mini.

“Kamu bawa Metro Mini dapat enggak ( Rp 6,2 juta/bulan) ? Nah, kalau kamu tidak mau, enggak usah kerja sama kita,” tuturnya.

Masalah Metro Mini dirasa Ahok ada pihak yang coba memermainkan, sehinga pihaknya kini enggan memedulikan nasib angkutan massal itu. Padahal, diyakininya sebanyak 99 persen bus ukuran sedang itu masuk dalam katagori tidak laik jalan.

Ahok yang geram membahasa masalah Metro Mini, memilih untuk tidak memperdulikan mereka. Pihaknya mengaku sudah kehabisan cara membujuk pengusaha Metro Mini untuk mau bergabung PT Transjakarta.

“Saya sudah capek ngomongin-ngomongin, dan memang kemarin itu ada permainan secara tanda kutip. Permainannya kan lucu, kita mau memperbaiki seluruh bus, minta mereka tapi enggak perbaiki. Kita enggak mau nambah bus juga, ada nambah bus busnya jelek. Sekarang masyarakat dipaksa naik bus yang jelek,” ujarnya.

Mantan politisi Gerindra ini juga memperingatkan bila Metro Mini tidak mau bergabung, risikonya adalah kebangkrutan. Sebab, Pemprov DKI tengah mempersiapkan pelayanan transportasi massal yang nyaman dan aman, selain itu pihaknya juga akan menerapkan tarif yang murah, yakni Rp 3500.

“Dia mau deal ataupun tidak pasti selesai saja sudah. Logikanya gini saja, kalau saya sediakan bus yang 3.500 semua jurusan, jauh dekat, AC, bagus, aman, kamu pilih naik bus saya atau Metro Mini?” terangnya.