Strategi Setnov Untuk Menghadapi KPK

Strategi Setnov Untuk Menghadapi KPK

Kabar Terbaik – Kunci keberhasilan KPK dalam membidik kasus korupsi e-KTP sebenarnya terlekat pada Setya Novanto. Ibarat peperangan antara KPK melawan peneriman aliran uang haram e-KTP, maka jenderal perang lawan adalah Setnov, karena kunci anggaran proyek e-KTP ada pada Setnov.

Jika jenderal perang musuh sudah ditangkap maka pasukan musuh tidak akan setangguh seperti saat memiliki jenderal perang. Tidak jarang pula pasukan musuh pasrah bahkan menyerahkan diri karena kehilangan sosok pemimpin.

Musuh tidak akan sesemangat saat bersama pemimpinnya. Sebagian dari mereka juga sudah tidak kompak lagi dan bisa jadi sudah mengatur strategi masing-masing untuk menyelamatkan diri sendiri agar tidak tertangkap oleh musuh.

Kalau dalam ujian sekolah atau seleksi masuk CPNS yang baru-baru ini diselenggarakan, bahwa peserta ujian sebaiknya mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan soal yang tidak terlalu sulit dan terakhir baru mengerjakan soal yang dianggap sulit.

Hal ini bertujuan untuk peserta ujian tidak kehabisan waktu dengan memikirkan soal yang sulit. Karena terkadang mengerjakan soal yang sulit membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedangkan pengerjaan ujian seleksi waktunya terbatas. Bisa jadi satu soal belum selesai, waktu sudah habis karena mengerjakan soal yang sulit. Padahal masing-masing soal poinnya sama, baik yang sulit maupun yang mudah.

Namun dalam strategi perang tidak seperti itu, tapi usahakan terlebih dahulu mengerjakan yang sulit. Prinsip ini sudah diterapkan sejak abad ke-500 sebelum Masehi yang diperkenalkan oleh jenderal perang, filsuf sekaligus ahli strategi militer cina, Tsun Zhu.

Siasat ke-18 tersebut berbunyi tangkaplah pemimpin gerombolan untuk menyergap kawanan bandit.

Dan strategi ini dipakai oleh KPK dalam bertempur melawan tikus-tikus kantor yang menggerogoti uang negara, yaitu KPK terlebih dahulu melumpuhkan pemimpinnya.

Memang menangkap jenderal perang musuh tidak semudah menangkap remaja yang mencuri ayam untuk beli rokok. Butuh perjuangan yang ekstra keras, hati-hati dan berdarah-darah. Apalagi menangkap orang yang berpengalaman dalam membebaskan diri dari jeratan hukum, berkuasa dan memiliki jaringan di setiap lembaga negara, baik di eksekutif, legeslatif maupun yudikatif, tentu akan lebih sulit lagi. Namun setiap insan petempur tidak boleh melupakan kata bijak “semakin keras pertempuran maka semakin indah kemenangan”. Hal ini yang diadopsi KPK.

Ujian KPK ditahap berikutnya yaitu di pengadilan. Setnov bersama kuasa hukumnya telah resmi mengajukan gugatan praperadilan untuk yang kedua kalinya. Jika Setnov menang lagi maka kredibilitas KPK dipertaruhkan dan Setnov akan semakin diatas angin. Siap-siap Fahri Hamzah dkk mengeluarkan kata-kata bijaknya untuk melemahkan KPK.

Tapi, seperti hukum sebat akibat, ada aksi ada reaksi. Setnov semakin canggih strateginya, KPK yang memiliki pengalaman bertahun-tahun menangani kasus korupsi yang melibatkan banyak pejabat tinggi negara tentu juga memiliki cadangan strategi yang tidak kalah mutakhir, yang saat ini masih mereka simpan dan siap untuk dikeluarkan jika ada aksi. Pertarungan akan semakin seru.

Jika KPK menang dipraperdilan Setnov berikutnya maka KPK bisa bernapas lega. Karena, ketika tersangka pelanggaran hukum kalah dipraperadilan akan menguatkan bahwa memang orang tersebut bersalah. Hal ini berat bagi hakim yang menyidangkan tersangka untuk membebaskan tersangka yang kalah dipraperdilan. Palingan hanya bisa memvonis dibawah tuntutan JPU.

Apalagi tersangka sudah rame dibicarakan masyarakat dan memiliki track record yang buruk dalam permasalahan dengan hukum. Sehingga berat bagi hakim untuk membebaskan orang seperti ini, karena kredibilitas hakim juga akan dipertaruhkan.

Kabar Trending – Orang-orang seperti Setnov sudah mendapat stigma yang negatif dari masyarakat. Sampai ada yang membuat meme lucu-lucuan foto Setnov yang sedang terbaring di rumah sakit. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah geram melihat aksi Setnov yang tidak taat hukum, mangkir dari panggilan KPK dan minta perlindungan kesana-kemari padahal sudah jadi tersangka.

Sehingga kalau hakim memvonis bebas Setnov dipersidangan nanti. Maka netizen akan mempertanyakan dan mencurigai vonis tersebut. Apalagi KPK merupakan lembaga indipenden yang kredibilitasnya tidak bisa diragukan lagi. Tentu untuk menjerat pelaku korupsi mereka tidak asal-asalan tapi memiliki bukti yang akurat, tajam dan terpercaya setajam silet.