Surat Perintah Penangkapan Rizieq di Keluarkan, Foto Hot Firza Asli Bukan Rekayasa

Surat Perintah Penangkapan Rizieq di Keluarkan, Foto Hot Firza Asli Bukan Rekayasa
Surat Perintah Penangkapan Rizieq di Keluarkan, Foto Hot Firza Asli Bukan Rekayasa
Surat Perintah Penangkapan Rizieq di Keluarkan, Foto Hot Firza Asli Bukan Rekayasa

Kabar Trending – Salah satu kesalahan terbesar Rizieq adalah terlalu kelihatan seolah dirinya sedang melarikan diri. Berawal dari info mengenai Rizieq yang menuju ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji, lalu hingga kini masih belum ada kabar mengenai kapan dirinya akan pulang kembali ke Indonesia. Usai sidang Ahok, fokus kembali tertuju pada Rizieq karena dirinya terjerat kasus yang jauh lebih banyak. Kabarnya usai umroh, Rizieq bertolak ke Malaysia untuk melanjutkan studinya yang sempat tertunda.

Dan kemarin penyidik Polda Metro Jaya menerbitkan surat perintah membawa pimpinan FPI ini sebagai saksi dugaan penyebaran percakapan berkonten pornografi. Menurut Argo (Kabid Humas Polda Metro Jaya), penyidik akan mencari keberadaan Rizieq setelah menerbitkan surat perintah tersebut. Berdasarkan informasi Rizieq diketahui berada di Malaysia namun tepatnya di mana belum diketahui. Bahkan rencananya kepolisian akan mengeluarkan red notice untuk menjemput Rizieq. Kalau ini dilakukan, Rizieq akan menjadi buruan interpol. Sepertinya menarik sekali, karena setahu saya yang diburu interpol adalah penjahat kelas berat, koruptor atau sejenisnya. Tapi ini karena kasus chat sex. Rizieq benar-benar telah mencoreng wajahnya sendiri. Apakah masih ada muka untuk ketemu dengan umatnya?

Tapi menurut info terbaru, Rizieq terbang lagi ke Arab Saudi, setelah sebelumnya mampir ke Malaysia. Sugito Atmo Pawiro selaku kuasa hukum Rizieq mengungkap alasan kliennya balik lagi ke Arab.

“Tapi sekarang katanya dari Humas Mabes Polri atau Humas Polda menyebutkan bahwa akan mengajukan ke Interpol untuk mengajukan red notice. Kalau Malaysia itu kan ada kerja sama, kemungkinan Habib akan mencari tempat yang di mana di situ tidak ada kerja sama untuk Interpol. Di Saudi kan nggak ada kerja sama Interpol,” kata.

Menurut Sugito Rizieq kembali ke Arab Saudi bukan untuk menghindari penjemputan paksa polisi. Ketika sudah ada rekayasa hukum terkait proses yang sekarang ini terjadi, politisasi, Rizieq melawan.

“Dia tidak akan lari dari tanggung jawab. Kalau ini sudah terkait kekuasaan, terkait dengan kekalahan Ahok, terkait putusan Ahok dan sebagainya itu sudah jelas, sekarang dimunculkan kembali. Ini ada apa?” Kata Sugito. “Saya belum dapat informasi kapan Habib akan pulang, tadinya Senin ini dia mau pulang. Tapi setelah melihat suasananya semakin tidak kondusif, tidak terkendali, oh ini ada rekayasa, Habib memutuskan untuk menunda pulang, mungkin lho ya.”

Luar biasa alasannya. Bilang saja takut. Apa yang dilakukan Rizieq ini malah membuatnya makin dicurigai dan makin diburu. Berani-beraninya mengatakan bahwa ini ada hubungannya dengan kekalahan Ahok. Dengan tanpa malu, malah mengatakan ini ada rekayasa hukum. Ahok adalah contoh paling tepat, ada kriminalisasi atau nuansa politis, dia tetap menghadapi dengan jantan hingga akhirnya dipenjara. Yang ada malah dapat simpati di seluruh dunia.

Rizieq bikin malu saja. Mewek sok dizalimi, dengan berbagai alasan yang dibuat-buat. Giliran kasusnya diusut, dia malah kabur ke luar negeri. Bagaimana mungkin situasinya tidak kondusif. Sini aman-aman saja kok. Malah saya yakin banyak orang yang sudah tidak sabar menunggu kepulangan Rizieq ke Indonesia. Dulu berkoar-koar dengan gagah berani. Sekarang waktu diminta pertanggungjawaban, malah sembunyi. Beginikah sikap pemimpin aksi yang katanya memimpin 7 juta umat? Dulu berkoar minta Ahok dipenjara saat masih tersangka karena takut kabur keluar negeri. Sekarang Rizieq belum jadi tersangka saja sudah kabur duluan. Apa yang dilakukannya ini semakin memuakkan dan malah memperlihatkan dirinya seperti tersangka yang sedang mengelak dari kasus yang menghimpitnya.

Satu lagi hal menarik lainnya. Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis), memastikan bahwa foto bugil Firza Husein yang tersebar, bukan rekayasa.

“Dari pengamatan secara mendetail, disimpulkan bahwa foto yang diserahkan penyidik untuk diperiksa di tim Inafis Bareskrim Polri adalah asli, bukan rekayasa,” kata Hery Cahyono, Ahli Face Recognition Inafis.

Tim Inafis, lanjut Hery, memiliki sistem berbasis algoritma geometrik wajah. “Jadi ketika wajahnya berbeda dalam hal ini, wajahnya yang berbeda secara sistemnya dia akan menolak. Algoritma geometrik wajah tersebut, dia mendeteksi,” kata Hery.

Bisakah ini menjadi alasan kuat mengapa Rizieq hingga sekarang belum berani pulang? Dia mungkin tahu kasus ini cepat atau lambat akan ketahuan apakah benar atau salah. Dan satu hal penting sudah terkonfirmasi, foto Firza adalah asli, bukan editan. Berarti kesimpulannya adalah kasus ini bukan rekayasa atau fitnah. Semakin berkembangnya kasus ini, semakin banyak kecocokan yang ditemukan.

Sat hal yang pasti, Rizieq kian terjepit dan kewalahan. Dulu garang bersuara, sekarang orangnya pun entah ke mana. Rasanya Rizieq tak perlu mengelak, untuk buktikan kalau memang tak bersalah. Mau sampai kapan sembunyi? Mau sampai kapan terus begini? Mau taruh di mana wibawa yang sedari dulu begitu dielu-elukan pendukungnya? Dengan kasus ini dan diterbitkannya surat penjemputan terhadap dirinya, Rizieq dalam posisi tidak menguntungkan. Kalau menurut saya, ini adalah roda kehidupan yang sedang berputar. Kemarin Rizieq merasa di atas angin, sekarang dia sedang dihempas angin.

Rizieq, di manakah engkau berada?

Sumber : Seword.com